VIVAnews - PSM Makassar gagal membalas dendam kepada Sriwijaya FC. Pasalnya, pada anjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Minggu, 11 Oktober 2009, Juku Eja hanya mampu bermain imbang 1-1 lawan SFC.
Bertanding di hadapan publiknya sendiri di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, PSM justru tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak pemain asing SFC, Zah Rahan Krangar pada menit ke-77.
Namun keunggulan SFC tak bertahan lama. Pasalnya, pemain PSM, Hamdi Hamzah berhasil mencetak gol di menit ke-79 dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kedua tim mencoba menambah koleksi gol, namun hingga pertandingan usai skor tidak berubah.
Ini merupakan hasil yang mengecewakan bagi suporter Makassar. Pasalnya, pada pertemuan musim lalu SFC juga berhasil mengalahkan PSM 1-2 di tempat yang sama.
Sama-Sama Puas
Pelatih Rahmad Darmawan mengaku puas dengan hasil imbang ini. Menurutnya, tambahan satu poin sudah sesuai dengan target awal. Ia juga memuji penampilan anak asuhnya.
"Hasil 1-1 bukan sesuatu yang jelek pada pertandingan perdana,” kata rahmad Darmawan, saat jumpa pers usai pertandingan, Minggu, 11 Oktober 2009.
Menurutnya, SFC sebenarnya terlihat cukup dominan dalam 90 menit pertandingan. Utamanya pada babak pertama, dimana Ponaryo Astaman cs terlihat mampu menekan pertahanan PSM.
Kelemahan SFC, kata Rahmad hanya karena menguasai tempo dan lemah pada finishing. "Itu yang membuat striker kami seringkali gagal memanfaatkan beberapa peluang di babak pertama,” tambahnya.
Nada yang sama juga diungkapkan oleh manajemen PSM Makassar. Manager PSM, Kadir Khalid mengatakan, skor 1-1 hingga pluit panjang babak kedua dibunyikan merupakan hasil maksimal yang dapat diperoleh timnya.
"Suatu kesyukuran bagi PSM Makassar, apalagi pada babak pertama kita sangat ditekan oleh SFC dan membuat anak-anak PSM tegang. Untung tidak ada gol yang tercipta,” kata Kadir, yang juga adik kandung Ketua Umum PSM Makassar, Nurdin Khalid ini.
Laporan : Rahmat Zeena/Makassar