VIVAnews - Gelandang elegan Franck Ribery kembali membuat pecinta sepakbola menoleh.
Namun kali ini bukan karena perebutan jasanya oleh klub-klub besar. Melainkan kasus yang menimpa dirinya ketika membela Marseille empat tahun lalu.
Kepolisian Perancis pada Selasa 6 Oktober 2009 menggeledah markas Marseille untuk mencari dokumen yang berisi kepindahannya dari Galatasaray. Seperti dilansir harian L'Equipe, penggeledahan dilakukan karena tuduhan yang dilancarkan mantan agen Ribery, Bruno Heiderscheid.
Heiderscheid menuduh kalau ada pelanggaran yang terjadi ketika transfer Ribery terjadi. Memang pada 2005 lalu Ribery hanya bertahan beberapa bulan di Galatasaray. Pria Perancis itu beralasan kalau dirinya tidak digaji selama empat bulan.
Ketika tawaran datang dari Marseille, Ribery pun langsung meng-iyakan dan pindah ke Perancis. Namun sebelum kontrak ditandatangani, Ribery memecat Heiderscheid dan menggantinya dengan dua agen baru Alain Migliaccio dan Jean-Pierre Bernès.
Galatasaray sempat membawa kasus ini Pengadilan Arbiterase Olahraga (CAS) dan mengklaim ganti rugi 10 juta Euro. Namun CAS memutuskan kalau Ribery secara sah telah mengakhiri kontraknya.
Saat ini Ribery sudah berpindah ke Bayern Munich. Bersama klub tersukses di Liga Jerman itu, Ribery sudah mencetak 20 gol dari 54 penampilan.
Bahkan musim depan Ribery dirumorkan akan berpindah ke Spanyol bersama Real Madrid.