VIVAnews - Gelandang bernama lengkap Xavi Hernandez itu telah menjadi bintang Barcelona dan timnas Spanyol. Tapi, Xavi mengaku tergoda oleh dua pelatih.
Ternyata, Pep Guardiola dan Jose Mourinho yang membuat dia terkagum-kagum. Terutama jelang pertemuan antara Inter Milan dan Barcelona di Giuseppe Meazza, Kamis dini hari WIB, 17 September 2009.
Liga Champions musim ini bisa dibilang laga emosional. Bagaimana tidak jika mantan pemain dan pelatih harus bertemu dalam satu grup. Sebut saja Barcelona dan Inter yang tergabung di Grup F.
Mendekati waktu pertemuan sarat emosional itu, Xavi menuturkan sebuah cerita. Dimana ia punya pengalaman hebat bersama Jose Mourinho yang kini melatih Inter Milan.
Xavi mengawali karir sepakbolanya di akademi Barcelona. Selama itu pula, ia banyak mengenyam teknik bermain sepakbola. Di sana pula, ia mengenal Mourinho lebih dalam, yang kini telah menjelma sebagai pelatih hebat.
Pasalnya, sebelum 'The Special One' bergabung ke Porto, orang Portugal itu terlebih dahulu berkarir sebagai asisten Louis Van Gaal selama tiga tahun. Sebelumnya, Mou juga menjadi penerjemah Pelatih Bobby Robson di Barca.
"Saya sudah di sana (Barcelona) selama tiga tahun bersama dia (Mourinho). Saya belajar banyak dengan dia," papar Xavi seperti dilansir AS.
Guardiola
Selain itu, Xavi juga terkesan dengan pelatihnya kini, Pep Guardiola. Pelatih yang sukses membawa Barca berjaya tahun lalu itu, menurutnya memiliki karakter tersendiri sebagai entrenador Azulgrana.
"Seperti Guardiola, ia kelihatannya sungguh menggoda. Keduanya memang hebat di sepakbola. Mourinho menaruh perhatian penuh terhadap pertahanan," lanjut Xavi.
"Sedangkan Pep lebih romantis lagi. Ia selalu ingin bermain cantik untuk menang," tandasnya. "Pep adalah pelatih terbaik yang pernah saya punya."
Saat disinggung tentang Liga Champions, ia menuturkan bahwa laga tersebut adalah pembuktian klub terbaik di Eropa. Soalnya di Grup F, dua di antaranya adalah juara liga domestik.
Sebut saja Dynamo Kyiv sebagai jawara Ukraina. Juga Rubin Kazan kokoh sebagai juara Liga Rusia.
"Pertandingan kali ini sebagai pembuktian. Ini tantangan besar di grup dengan empat juara. Kami harus berjuang, dan itu yang kami suka," tutup Xavi.