VIVAnews - Partisipasi Persija Jakarta di Liga Super Indonesia 2009/2010 terancam. Itu jika Macan Kemayoran tak segera menunjuk pelatih kepala.
Menurut Tigor Shalom Boboy, Sekretaris PT Liga Indonesia, klub peserta Liga Super wajib memiliki pelatih kepala. Sebab, pemilihan pelatih berhubungan dengan program kepelatihan U-21 yang mendukung aspek supporting. Program youth development ini harus diketahui pelatih kepala tim senior.
“Tahun ini, Liga sangat fokus pada aspek supporting. Maka penilaian manajemen tim ini cukup mempengaruhi hasil verifikasi," kata Tigor.
Mengenai kasus Persija yang hanya menggunakan direktur teknik (Benny Dollo) dan asisten pelatih (Sudirman), menurut Tigor tak sesuai. Sebab bersadarkan manual liga tiap klub diharuskan memiliki pelatih kepala.
"Direktur teknik itu kapasitasnya di luar struktur. Jadi sebuah klub tetap harus memiliki pelatih kepala," ujarnya.
Bahkan CEO Liga, Joko Driyono memastikan, bila Persija tak segera menetapkan status pelatih kepala, maka tim ibukota ini bisa dicabut lisensinya. “Sudah ada aturan bakunya dalam manual liga. Bila gagal memenuhi itu, ya sesuai aturan dicabut lisensinya. Itu saja,” terang Joko.
Beberapa klub yang belum memiliki pelatih antara lain Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta, Persitara Jakarta Utara, Persijap Jepara dan Bontang FC.
"Kami beri batas waktu sampai 10 September untuk memasukkan susunan manajemen tim, termasuk pelatih dengan lisensi A," ujar Tigor.
Untuk kasus Persija, klub ibukota ini memang sedang menunggu Benny Dollo merampungkan kontraknya dengan timnas sampai Januari 2010. Bendol sementara dijadikan direktur teknik.
Untuk sementara skuad Macan Kemayoran dilatih Sudirman. Tapi, dengan persyaratan Liga seperti ini, maka Persija tampaknya harus mengubah formasi pelatih.
Bank Garansi
Selain itu, Liga juga menekankan agar klub yang memiliki dana kurang dari Rp 10 miliar agar segera memberikan bank garansi sebesar Rp 5 miliar. Tigor menyebut ada tiga klub yang belum memenuhi standar pendanaan minimal untuk ikut Liga Super yaitu Persik Kediri dengan dana Rp 8 miliar, Bontang FC (Rp 4 miliar) dan Persijap (Rp 6 miliar).
Namun, Tigor mengatakan klub tidak perlu memberikan bank garansi jika ada jaminan bahwa finansial mereka sehat.
"Kalau finansialnya bagus dan rasional, kami juga tidak ada masalah apakah mereka mau pakai bank garansi atau tidak. Tapi selama ini yang terjadi kan finansial selalu jadi masalah. Karena untuk menyatakan suatu klub secure, harus dilihat berdasarkan laporan keuangannya tahun lalu, proyeksi pendapatan musim ini, serta business plan untuk 2-3 tahun ke depan," katanya.
Laporan: Artha Tidar/GOSport