VIVAnews - Dua ledakan bom yang terjadi di kawasan Mega Kuningan terasa dahsyat sehingga menggegerkan para karyawan yang bekerja di sejumlah gedung tinggi dekat hotel tersebut.
"Bom itu terasa seperti gempa," ujar saksi mata Ibrahim Ali Fauzi, karyawan yang bekerja di Newmont Nusa Tenggara kepada VIVAnews, Jumat, 17 Juli di Jakarta.
Dia berkantor di lantai 6 Menara Rajawali di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Menara Rajawali adalah salah satu gedung yang bersebelahan dengan Hotel JW Marriot.
Ibrahim kemudian mengisahkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 7.40 WIB tersebut. Saat itu, sebenarnya kantor masih belum begitu ramai karena masih pagi. Dia termasuk yang sudah datang lebih dulu di kantor.
Tak lama kemudian, dia mendengarkan sebuah ledakan yang terasa cukup memekakkan telinga. Dia pun kaget dan panik. "Kami merasakan seperti ada gempa. Gedung bergoyang," katanya.
Ledakan kemudian diketahui berasal dari Hotel JW Marriot, tak jauh dari lobi ledakan yang dulu pernah terjadi.
Karyawan pun serentak turun dari Menara Rajawali. Namun, saat menuruni tangga jeda lima menit, terasa lagi ledakan yang lebih dahsyat. Dia menduga ledakan kedua terjadi di area dekat ball room Hotel Ritz Carlton dimana ada restoran Airlangga tempat orang dan tamu hotel berkumpul untuk sarapan pagi di sana.
Mengikuti standar prosedur yang berlaku di Newmont, puluhan karyawan Newmont dievakuasi. Kemudian dikumpulkan di lapangan depan menara Rajawali yang jauh dari lokasi ledakan. Karyawan juga tidak boleh mendekati atau melihat lokasi ledakan.
"Kami harus pastikan karyawan selamat," katanya. Setelah dikumpulkan di lapangan, semua karyawan di Mega Kuningan diliburkan. Tamu-tamu hotel juga sudah dievakuasi dari kawasan Mega Kuningan. Yang terlihat hanya kumpulan polisi dan gegana.