VIVAnews - Tiga dokter bantuan didatangkan langsung oleh pemerintah DKI Jakarta ke RS MMC Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dr Dien Hemawati mengatakan tiga dokter bedah tulang ini berasal dari RS Koja, RSCM, dan rumah sakit lain.
"Kami terus mengecek, apa saja yang kurang dari kesiapan rumah sakit untuk menangani pasien," kata Dien di sela-sela kunjungan mendadak ke RS MMC Jakarta, Jumat 17 Juli 2009.
Dien mengaku datang untuk menginspeksi kebutuhan apa yang kurang seperti masalah darah, dokter bedah dan segala alat lain yang dibutuhkan.
Sementara kata dia, semua laporan dari MMC siap. "Cukup disini, baik untuk THT atau darah," ujarnya. Pihak Palang Merah Indonesia pun sudah dikontak, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.
Menurut Dien koordinasi semua instansi langsung diinstruksikan berjalan setelah mendengar berita ledakan. "RS kami siapkan, begitu juga ambulan. RS yang disiapkan itu Ring satu seperti RS Medistra, MMC, RS Jakarta, Pertamina, RSCM," ujarnya.
Kunjungan ke MMC, adalah yang pertama dilakukan. Setelah ini dinas keshetan DKI akan mencek status RS lainnya.
Seperti diketahui, ledakan hebat melanda kedua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan itu sekitar pukul 07.40. Peristiwa terjadi hampir bersamaan dengan selisih waktu sekitar dua menit.
Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Aris Wachyunadi, mengatakan, ledakan terjadi di tiga titik.
Tiga titik itu berada di lobi dalam Hotel JW Marriott, lobi luar luar Hotel JW Marriott, dan restauran di lantai dua Hotel Ritz Carlton. "Memang ada beberapa titik ledakan pagi ini, kami sedang telusuri semua."
Tiga titik ledakan itu mengakibatkan sejumlah bagian kedua hotel itu hancur. Bahkan ledakan juga mengakibatkan sejumlah kaca Plaza Mutiara, yang berada di kedua hotel, pecah berantakan.
Ledakan juga mengakibatkan puluhan korban cedera. Beberapa di antaranya dikabarkan kritis. Korban dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS Jakarta dan RS Metropolitan Medical Centre atau MMC. Sebanyak sembilan orang dipastikan tewas dalam musibah itu.