VIVAnews - Rumput lapangan yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terancam rusak. Tidak seperti kampanye capres Mega-Prabowo, kampanye SBY-Boediono diperkirakan akan mengerahkan masa yang jauh lebih banyak.
Pasangan capres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono akan menggelar kampanye pada Sabtu, 4 Juni 2009 mendatang. Dan diperkirakan lautan manusia akan tumpah ruah di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Hal itu diyakini Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha Gelora Bung Karno(SUGBK)Mahfudin Nigara. Menurut Nigara, massa SBY-Boediono yang akan menghadiri kampanye diperkirakan mencapai 200 ribu orang.
Dengan jumlah sebanyak ini, besar kemungkinan masa SBY akan menerobos rumput lapangan di tengah stadion. Padahal lapangan itu akan menjadi venue laga Indonesia All Star vs Manchester United pada 20 Juli 2009 nanti.
"Bakal ada peserta kampanye yang ada di dalam lapangan. Namun kami tidak ingin masalah ini menjadi polemik dan dipolitisasi. Sebagai pengelola kami sudah sudah siap dengan segala perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi akibat kampanye," kata Mahfudin di kantornya.
Pasangan SBY-Boedino bukan pasangan capres dan cawapres pertama yang kampanye di SUGBK. Sebelumnya, pasangan Megawati-Prabowo juga menggunakan stadion berkapasitas 88 ribu itu. Namun pasangan yang mengusung semangat kerakyatan itu mampu menjaga rumput dari kerusakan.
Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto juga rencananya akan menggunakan GBK sebagai tempat kampanye. Namun niat ini batal dan dialihkan ke lima wilayah di Jakarta. Salah satu alasan pembatalan ini adalah untuk menjaga rumput stadion dari kerusakan.
Mengenai upaya yang dilakukan dua pasangan capres-cawapres ini, Mahfudin enggan berkomentar. Menurutnya pengelola GBK tidak pernah membatasi kegiatan setiap peserta kampanye. Begitu juga dengan pembatalan yang dilakukan oleh JK-Win.
"Kami tidak dalam domain menjawab alasan Mega-Prabowo tidak menginjak rumput. Namun kami tidak pernah membatasi kegiatan setiap peserta kampanye. Sedangkan mengenai pembatalan kampanye JK-Win, kami tidak mendapat penjelasan apapun," paparnya.
"Setelah kampanye selesai, kami akan menutup SUGBK hingga 20 Juli 2009. Waktu ini akan kami gunakan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi," pungkas Mahfudin.