VIVAnews - Kubu Chelsea saat ini tengah sibuk melakukan pelajaran tambahan di Stamford Bridge. Bukan soal taktik serangan atau bagaimana cara merebut bola yang baik, melainkan belajar bahasa Italia.
Ya, The Blues memang kedatangan pelatih asal Negeri Spageti, Carlo Ancelotti. Dan mantan pembesut AC Milan itu masih buruk dalam penguasaan bahasa Inggris. Padahal komunikasi adalah hal penting bagi Carletto untuk menyuarakan strateginya.
Mau tidak mau, pihak Chelsea berperan aktif dengan belajar bahasa ibu Carletto. Meski begitu, hal ini diakui tidaklah mudah. Carletto bahkan bertaruh dengan Didier Drogba kalau Drogba akan bisa dialek Milan lebih cepat dibanding Carletto menguasai bahasa Inggris.
"Tiga direktur Chelsea juga sudah belajar bahasa Italia, mungkin penuh dengan rasa putus asa," kata Carletto seperti dilansir harian The Guardian, Rabu 1 Juni 2009.
"Pernah ada satu cerita ketika saya dan David Beckam berada dalam satu ruangan pijat. Tiba-tiba saya mengucapkan 'He who sleeps fails to catch the fish'. Dan semua orang tertawa," ujarnya lagi.
Namun menurut asisten Carletto, Ray Wilkins, atasannya itu sudah sangat maju dalam bahasa Ingris. Dalam dua kali pertemuan sejak ia ditunjuk jadi pelatih, Carletto berbicara dengan lancar.
Apalagi, kata Wilkins, ia juga tegah menjalani pelatihan bahasa Italia. Meski masih terbata-bata tapi Wilkins yakin kalau masalah komunikasi akan terjalin dengan baik antara dirinya dengan Careltto.
"Hal terpenting sekarang adalah saya memahami apa yang dia (Carletto) inginkan. Dimana dia ingin merasa berada dalam 'ruang ganti Inggris'," kata Wilkins.