VIVAnews - Siapa yang sangka bunyi terompet yang jadi ciri khas sepakbola Afrika malah bermasalah pada Piala Konfederasi 2009.
Pasalnya suara vuvuzela -terompet khas Afsel- dianggap menimbulkan suara mengganggu dan memekakkan telinga. Seperti dilansir AP, beberapa pemain sudah mengeluhkan masalah ini pada FIFA.
Bahkan federasi sepakbola dunia itu sudah menerima surat tertulis soal keluhan vuvuzela tersebut. Salah satu pemain yang menyatakan kekesalannya adalah Xabi Alonso.
Pemain Spanyol itu mengatakan kalau vuvuzela yang berbunyi sepanjang pertandingan mengganggu komunikasi antar pemain.
"Saya rasa terompet itu harus dilarang. Kami memang sudah terbiasa dengan orang berteriak, tapi suara terompet membuat Anda tidak bisa berkonsentrasi," ujar Alonso.
Namun buat pemain asal Brasil, Maicon, vuvuzela bukanlah masalah. Ia malah lebih fokus pada pertandingan dan membiarkan suara-suara itu di tribun penonton
"Saya tidak mendengarkan suara-suara dari fans, tidak mengganggu pula untukku," kata Maicon selepas laga melawan Amerika Serikat pada Kamis 18 Juni 2009.
"Mungkin berdampak besar untuk orang lain, tapi saya tidak mengeluhkan apa pun," tambahnya.
Soal bunyi vuvuzela sendiri nampaknya FIFA akan memiliki kesulitan untuk melarangnya. Karena inilah alat musik yang sudah biasa meramaikan pertandingan sepakbola di Afsel.
Vuvuzela bersama drum dan beberapa instrumen lain selalu jadi alat wajib dalam memberi dukungan olahraga.
• VIVAbola