VIVAnews - Tangan Real Madrid yang mulai menjarah ke Bayern Munich tepatnya ke Franck Ribery, membuat Die Rotten murka.
Hari ini dengan tegas Munich meminta agar Madrid tidak lagi mengganggu pemainnya itu. Munich sekali lagi menyatakan kalau Ribery tidak untuk dijual, jadi tidak usah bersusah payah menggodanya ke Santiago Bernabeu.
"Kami sangat bangga punya salah satu dari tiga pemain terbaik di dunia. Memang menimbulkan masalah di bursa transfer, tapi kami tak punya niat untuk menjual," kata Presiden Munich, Karl-Heinz Rummenigge, seperti dilansir Yahoosport, Rabu 17 Juni 2009.
Ribery memang masuk rencana Presiden baru Madrid, Florentino Perez dalam membangun Los Galacticos II. Sebelum Ribery, sudah masuk lebih dulu Kaka (AC Milan), Cristiano Ronaldo (Manchester United), dan David Villa (Valencia).
Saking ngebetnya, salah satu direktur Madrid, Zinedine Zidane mengaku sudah berbicara langsung dengan Ribery. Zizou menggunakan pengaruhnya sebagai senior Ribery di timnas Perancis.
Laporan inilah yang membuat Munich akhirnya keluar dan menyatakan kalau Ribery tidak untuk dijual.
"Hal (Zidane-Ribery) tidak benar. Ketika Zidane berkata sudah berbicara dengan Ribery, saya malah tersenyum. Karena itu artinya mereka sudah melanggar aturan UEFA," jelas Rummenigge.
Ribery terikat kontrak dengan Munich hingga 2011. Dan bila memang El Real berminat, Munich memberi harga 60 juta Euro (Rp 843 miliar). Bandrol selangit ini memang sengaja dipasang Die Rotten agar membuat El Real berpikir ulang.
Namun Munich harus berpikir cara lain untuk mempertahankan pria Perancis itu di skuadnya. Pasalnya, sudah jadi rahasia umum kalau musim ini El Real memiliki sumur dana dengan dana tak terbatas.
Bukan tidak mungkin, tawaran itu akan diiyakan oleh El Real dan membuat Munich gigit jari.