VIVAnews - Fans Manchester United sedunia sangat kehilangan Cristiano Ronaldo. CR7 yang hijrah ke Real Madrid dianggap tak punya loyalitas kepada MU.
Diterimanya tawaran Madrid 80 juta poundsterling oleh MU menandai kepergian Ronaldo ke Real. Tapi, menurut pelatih Portugal, Carlos Queiroz, Ronaldo bukannya tak loyal kepada Setan Merah.
"Jika Anda bicara loyalitas, Anda harus tahu bahwa itu bermakna ganda," kata Queiroz kepada Sky Sports.
Queiroz pernah bekerjasama dengan Ronaldo di MU, juga di timnas Portugal kini. Pria berusia 56 ini menjadi asisten Sir Alex Ferguson era 2004-2008.
"Di sepakbola modern, loyalitas adalah menjadi pemain profesional, komit kepada klub, patuh kepada pelatih dan mengerti visi klub. Tak seorang pun boleh menyalahkan Cristiano, karena dia seorang profesional. Dia sangat brilian," lanjut Queiroz.
"Tapi Anda juga harus tahu bahwa 95-96 persen yang menentukan kepindahan seorang pemain adalah seorang manajer. Meski sang pemain juga punya kapasitas untuk berkreasi," tutur Queiroz.
Jika takarannya loyalitas, maka Ronaldo tak bisa disalahkan. Pasalnya, pria Portugal berusia 24 ini telah berada di Old Trafford selama lima tahun.
CR7 juga telah memberikan banyak trofi ke koleksi lemari MU. Di antaranya yang bergengsi yakni hattrick Premier League musim terakhir, Liga Champions 2008 serta puncaknya Pemain Terbaik Dunia 2008. Ronaldo menjadi pemain MU pertama yang mampu mendekap penghargaan terbaik di muka bumi itu.
Ronaldo absen dari laga Portugal kontra Estonia, pekan lalu. Selain masih berlibur di Los Angeles, AS, Pemain Terbaik Dunia 2008 itu juga mengalami cedera paha.