VIVAnews - Meski dibayangi peristiwa penusukan fans, kota Roma didaulat harian The Guardian sebagai venue terbaik final kejuaraan Eropa.
Koran asal Inggris itu beralasan kalau Stadion Olimpico sebagai venue, adalah tepat yang layak untuk final Liga Champions. Atas pujian tersebut, walikota Roma, Gianni Alemanno, mengucapkan terima kasih.
Ia bahkan jadi punya keberanian mendesak UEFA menjadikan The Eternal City sebagai 'rumah permanen Final Kejuraan Eropa'.
"Ibukota Italia ini memiliki kemewahan dan getaran dari penjuru Eropa yang hanya bisa disaingi beberapa kota saja. Bahkan tidak bisa disaingi oleh Brussels (Belgia) sekalipun," kata Alemanno seperti dilansir Channel4, Jumat 29 Mei 2009.
Sebelum final Liga Champions antara Barcelona kontra Manchester United digelar 27 Mei 2009, memang sempat ada kekhawatiran keamanan. Pasalnya, penduduk lokal Roma terlihat tidak ramah karena banyaknya kasus penikaman turis.
Dan hal itu menjadi kenyataan beberapa jam sebelum kick off dimulai. Seorang pria ditusuk dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Dan untungnya, nyawanya bisa terselamatkan.
Kendati demikian, sang walikota tetap ngotot kalau kotanya adalah yang terbaik. Bahkan lebih baik dari kota Moskow sebagai penyelenggara final tahun lalu.
"Secara keseluruhan, final 2008 di Moskow berakhir pada pukul 1 pagi waktu setempat. Dan dari situ muncul pertanyaan, mengapa tidak menjadikan Roma rumah permanen final kejuaraan Eropa?" kata Alemanno.