Pilih Tim Anda
Daftar
Terry-Drogba Tak Sudi Saksikan Final
Keduanya merasa harusnya mereka yang bermain di final
Rabu, 27 Mei 2009, 23:42 WIB
Zika Zakiya

Berita Terkait
Didier Drogba (http://totalclubfootball.com)

VIVAnews - Sakit hati dikalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions 6 Mei lalu, membuat John Terry dan Didier Drogba malas menyaksikan partai final.

Alasannya, pertandingan yang akan berlangsung beberapa jam lagi itu membuat mereka sakit hati. Kedua pemain Chelsea itu merasa harusnya merekalah yang masuk kembali ke babak final.

Namun, baik Terry maupun Drogba menyalahkan wasit Tom Henning Ovrebo yang dianggap merebut kesempatan itu.

"Saya tidak akan menyaksikan pertandingan itu (final Liga Champions)," kata Terry seperti dilansir FourFourTwo, Rabu, 27 Mei 2009.

"Saya mungkin hanya melihat sekilas untuk tahu skor babak pertama dan skor akhir. Tapi sudah, itu saja. Kalau tidak saya malah jadi marah."

Bisa dibilang rasa marah Terry sebenarnya adalah emosi menumpuk selama dua musim terakhir ini. Masih teringat musim lalu pada final Liga Champions di Moskow, Terry-lah penggagal kemenangan timnya saat melawan MU.

Saat itu sebagai algojo penalti, sang Kapten itu malah terpeleset. Kesalahan fatal yang dimanfaatkan Setan Merah untuk merebut titel Liga Champions dari tangan The Blues.

Dan musim ini, kesempatan untuk membalas dendam malah dia anggap digagalkan oleh wasit.

"Saya sebenarnya belum bisa melupakan hal ini. Kami hanya merasa kalau segala keputusan (wasit Ovrebo) merugikan. Harusnya kami yang ada di sana."

Sama seperti Terry, Drogba juga merasa haknya sebagai finalis dua tahun berturut direbut wasit. Striker yang terkena skrosing karena 'menyerang' wasit Ovrebo itu lebih memilih mengajak anak-anaknya keluar rumah.

Sikap kedua pemain ini sebenarnya bisa dimengerti. Persaingan sepakabola bukan lagi hanya permainan belaka tapi sudah menyangkut gengsi dan harga diri. Terry tentu ingin membayar kesalahannya musim lalu. Hampir sama ceritanya dengan Drobga yang diusir wasit di menit akhir menjelang adu penalti.

Hal ini beda ceritanya dengan pelatih mereka, Guus Hiddink. Pelatih yang sebentar lagi akan hengkang itu lebih memilih menerima kekalahan dan dendam akibat kekalahan semifinal lalu.

"Sedikit demi sedikit saya mulai melepaskan amarah itu. Tapi tetap saja kalau ada yang macam-macam, dia akan merasakan sedikit kemarahan yang terlepas itu," kata Hiddink.

Namun ketika ditanya soal pertandingan final Liga Champions beberapa saat lagi, Hiddink mengambil sikap yang sama dengan anak buahnya.

Ia mengaku lebih baik menerima telepon dari pamannya dibanding menyaksikan partai pamungkas itu.

• VIVAbola

Rating
KOMENTAR ANDA
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau  
belum memiliki akun vivanews? silahkan mendaftar 
Loading Klasemen...
Loading...
man of the match
Buffon Kiper Terbaik Abad 21
Buffon mengalahkan kiper Madrid, Iker Casillas dan kiper Chelsea, Petr Cech.
soccertainment
Suami Katy Perry Ingin Jadi Direktur West Ham
Brand siap mengelontorkan dana besar untuk membeli saham West Ham.