VIVAnews - Kota Roma tak main-main menjaga keamanan final Liga Champions nanti. Tercatat 10.000 polisi disiagakan di laga Manchester United kontra Barcelona itu.
Mereka menyambut kedatangan 50.000 suporter MU dan Barca. Lebih dari 30.000 fans United akan datang di ibukota Italia itu. Padahal, kubu suporter sang juara bertahan itu hanya dialokasikan 19.500 tiket.
"Kami menyambut suporter dari Inggris dengan tangan terbuka. Kami akan merayakan pesta bersama mereka, tapi juga tetap waspada," kata Walikota Roma, Gianni Alemanno, kepada Reuters.
Laga Rome Finale ini dua pekan usa keributan setelah Lazio meraih Coppa Italia. Pejabat keamanan Roma khawatir akan munculnya hooligans yang dipicu oleh suporter AS Roma, Ultras, yang selama ini akrab dengan kekacauan.
Kekerasan terjadi antara Ultras dan fans United dalam dua kali kesempatan di Roma. Itu terjadi dalam laga Liga Champions. Pejabat Roma pun memberlakukan larangan penjualan minuman beralkohol selama dua hari.
Kementerian Luar Negeri Italia sempat memperingatkan fans MU agar menjauhi lokasi-lokasi keributan. Pasalnya, suporter MU memiliki pengalaman kurang menyenangkan dengan kepolisian setempat.
"Pengalaman saya selama ini dengan polisi Italia, terutama di Roma, sangat buruk," kata Duncan Drasdo, chief executive Manchester United Supporters' Trust.
Untuk itu, kepolisian Italia telah meminta bantuan dari kepolisian Inggris. Agen intelijen Negeri Pangeran Charles itu juga akan dilibatkan.