VIVAnews - Sriwijaya FC tahun ini gagal mempertahankan double winner Liga Indonesia dan Copa Indonesia. Meski demikian, manajemen tetap mempertahankan pelatih Rahmad Darmawan hingga dua tahun mendatang.
Direktur Direktur PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, PT. SOM, Dodi Reza Nurdin saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 27 Mei 2009 membenarkan hal ini. Menurutnya, pihaknya telah mengikat Rahmad dengan kontrak selama dua tahun.
"Kebetulan Rahmad juga betah berada di Palembang dan dia juga punya visi yang sama mengenai kemajuan sepakbola Sumatera Selatan. Jadi kami mengontraknya untuk dua tahun," kata Dodi.
Mengenai kegagalan Rahmad membawa SFC meraih double winner, Dodi tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, hasil negatif ini tak lepas dari krisis yang menimpa SFC di awal LSI 2008/2009.
"Musim ini ada masa transisi dimana klub-klub yang biasanya menggunakan dana APBD dituntut untuk profesional. Dan itu sangat mempengaruhi tim kami di awal-awal musim," kata Dodi.
Manajemen SFC sendiri memberikan kesempatan bagi Rahmad untuk mengembalikan gelar itu musim depan. Sedangkan untuk sisa musim ini, Rahmad diminta untuk mengembalikan SFC ke posisi papan atas LSI dan merebut gelar Copa Indonesia 2008/2009.
"Syukur-syukur kita masih bisa merebut posisi runner up di Liga. Tapi kalau di Copa Indonesia, SFC harus bisa juara," kata Dodi.
Mengenai nilai kontrak RD, Dodi menolak buka mulut. Dia hanya mengisyaratkan jumlahnya di atas kontrak RD musim lalu. Saat disodori angka Rp2,7 Miliar seperti yang saat ini banyak beredar, Dodi hanya tertawa.
"Saya tidak bisa membocorkan nilai kontrak Rahmad. Ini sudah menjadi kesepakatan kami. Namun nilainya lebih tinggi dibanding tahun lalu," tandas putra Alex Nurdin, gubernur Sumatera Selatan ini.