VIVAnews - Persitara Jakarta Utara memang berhasil merepotkan beberapa tim-tim papan atas Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun Manajer Persitara, Harry 'Gendhar' Ruswanto tak ingin pemainnya besar kepala saat menjamu PSMS Medan, Selasa, 26 Mei 2009.
Penampilan Persitara di putaran kedua LSI 2008/2009 cukup fenomenal. Meski menyandang tim papan bawah, Persitara beberapa kali menjadi batu sandungan bagi tim-tim penghuni lima besar klasemen sementara.
Beberapa waktu lalu, Persitara secara mengejutkan berhasil mengalahkan Sriwijaya FC 1-0. Setelah itu, Persitara juga sukses menahan imbang 3-3 juara liga Persipura. Dan terakhir, Laskar Si Pitung menekuk runner up klasemen sementara Persiwa 1-0.
Gendhar saat dihubungi VIVAnews mengatakan, hasil ini telah menambah kepercayaan diri pemain-pemainnya. Utamanya, trio penyerang Prince Kabier Bello, John Tarkpor, dan Rahmat 'Poci' Rivai.
Meski demikian, Gendhar tak ingin pemain-pemainnya besar kepala. Utamanya saat berhadapan dengan tim dari papan bawah seperti PSMS Medan.
"Kami selalu tampil baik saat berhadapan dengan tim papa atas. Namun sebaliknya saat menghadapi tim-tim papan bawah."
"Karena itu, saya tak ingin saat berhadapan dengan PSMS, pemain anggap enteng. Mereka tak boleh jumawa meski berhasil merepotkan tim-tim papan atas," kata Gendhar.
PSMS memang bukan lawan terakhir PSMS di LSI 2008/2009. Setelah Ayam Kinantan, Persitara masih harus meladeni Persija, Persib, dan Persela Lamongan.
"Kemenangan lawan PSMS akan membuat langkah kami untuk menghindari degradasi musim ini semakin ringan. Karena itu, saya berharap pemain untuk tetap konsentrasi," tandas Gendhar.