VIVAnews - Pelatih Shandong Luneng, Ljubisa Tumbakovic tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan timnya dari Sriwijaya FC. Shandong gagal lolos ke 16 besar Liga Champions menyusul kekalahan 2-4 dari Sriwijaya, Rabu, 20 Mei 2009.
"Kami harus mengakui kalau mereka tetap tampil penuh percaya diri walau sudah tertinggal 0-2 di babak pertama. Kami sebenarnya tidak takabur saat telah unggul dan memang Sriwijaya juga lebih pintar," kata Tumbakovic seperti dikutip situs AFC.
Bulan Maret lalu pada pertemuan pertama di kandang Shandong, Sriwijaya kalah telak 0-5. Di klasemen Grup F, Sriwijaya sama sekali belum mendapat poin di lima pertandingan yang sudah mereka mainkan.
Namun di Jaka Baring semalam, pasukan Rahmad Darmawan tampil tanpa rasa takut. Kemenangan atas Shandong terasa lebih istimewa karena Sriwijaya lebih dulu tertinggal dua gol. Pemain Shandong, Han Peng dan Gao Di, dalam jeda waktu dua menit menjebol jala tuan rumah yang dikawal Feri Rotinsulu pada menit 42 dan 43.
Dua gol ini terlihat akan membawa Shandong ke 16 besar. Namun tuan rumah menolak untuk menyerah. Di babak kedua, Sriwijaya mencetak empat gol berturut-turut.
Gol pertawa Sriwijaya hadir pada menit ke-53 lewat Keith Gumbs yang memperdaya barisan pertahanan Shandong sebelum melepaskan tendangan yang tak bisa dihadang kiper Li Leilei.
Zah Rahan Krangar kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-73 setelah menerima umpan dari Ngon A Djam. Tujuh menit kemudian Zah Rahan membawa timnya unggul lewat gol keduanya menit 80. Muhammad Nasuha melengkapi kemenangan Laskar Wong Kito pada menit ke-87.
Dengan hasil ini Shandong tersingkir karena kalah tiga poin dari FC Seoul. Seoul di partai terakhirnya menang atas pimpinan klasemen Grup F Gamba Osaka dengan skor 2-1.