VIVAnews - Pertandingan dini hari ini antara Manchester United kontra Portsmouth memang jadi laga istimewa untuk Paul Scholes. Inilah partai ke-600nya bersama Setan Merah sejak ia bergabung diusia 19.
Dan kini ada empat alasan mengapa ia bisa sampai dipercaya dalam partai sebanyak itu.
Yang pertama, keluar dari mulut legenda sepakbola, Zinedine Zidane. Mantan punggawa Perancis dan Real Madrid itu menganggap si Pangeran Jahe sebagai lawannya yang paling tangguh.
"Dia adalah gelandang paling lengkap. Tak diragukan lagi, Scholes adalah yang terbaik dari generasinya," kata Zidane dalam rangkuman wawancara Eurosport, Rabu 22 April 2009.
Alasan kedua juga berasal dari tokoh besar dalam dunia si kulit bundar, yaitu Edgar Davids. Si Pitbull merasa rendah diri bila dibandingkan dengan Scholes.
"Saya bukan yang terbaik, tapi Scholes iya. Kita semua bisa belajar darinya," kata Davids.
Alasan ini masih belum ditambah dari mantan striker Arsenal yang kini bermain di Barcelona, Thierry Henry. Menurut pria plontos ini, Scholes layak didaulat sebagai pemain Premier League terbaik.
"Dia tahu segalanya dan jadi pengarah permainan timnya. Tapi di atas itu semua, Scholes kuat secara mental dan pesaing sesungguhnya di atas lapangan," Henry berujar.
Belum puas dengan tiga alasan di atas? Masih ada satu alasan pelengkap yang datang dari salah satu pelatih terbaik di dunia, Marcello Lippi.
"Scholes jadi pilihan pertama saya dalam pemilihan tim terbaik yang pernah ada. Setinggi itu saya menilainya," Lippi berkata.
26/04/2009
23/04/2009