VIVAnews – Manajer PSIS Semarang, Yoyok Sukawi merasa hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah pantas. Tapi, Ketua Umum PSIS, Sukawi Sutarip yang juga ayah Yoyok justru keberatan.
Sukawi berniat untuk melakukan banding atas skorsing enam bulan plus denda Rp30 juta yang dijatuhkan kepada Yoyok. Sebaliknya, Yoyok pasrah.
”Saya mengangap hukuman yang diberikan Komdis sudah pantas. Mengenai usulan banding, itu datangnya dari ketua umum. Saya sendiri sampai saat ini belum ketemu beliau,” kata Yoyok saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 17 Oktober 2008.
Yoyok divonis bersalah oleh Komdis PSSI lewat sidang ke-16 yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2008 lalu. Dia dijatuhi hukuman karena telah terbukti bersalah atas usaha penyerangan terhadap wasit Sunaryo Joko pada pertandingan PSIS kontra PSMS di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis, 9 Oktober 2008.
Sebaliknya, Sukawi menilai hukuman itu terlalu berat. Apalagi, pemukulan yang dilakukan Yoyok tidak mengenai Sunaryo Joko. Karena itu, pria yang masih menjabat sebagai walikota Semarang itu mengaku telah melayangkan banding kepada Komisi Banding PSSI.
Sukawi bahkan mengancam tidak akan membayar denda anaknya Yoyok sebesar Rp30 juta karena timnya sedang kesulitan dana. ”Mungkin pengurus hanya merasa kehilangan saja. Bagi saya hukuman ini sudah pantas dan akan saya jalani,” beber Yoyok.
Menurut Yoyok, meski masih menjalani skorsing, dirinya tak akan meninggalkan PSIS. Dia mengaku akan tetap berada di belakang tim berjuluk Mahesa Jenar itu. Untuk sementara tugas Yoyok akan diambil alih asistennya sampai manajer baru terpilih.
”Penunjukan manajer itu di tangan ketua umum. Jadi saya belum tahu siapa yang akan jadi manajer baru PSIS menggantikan saya,” tandas Yoyok.