VIVAnews - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya menanggapi secara resmi draf pedoman dasar baru PSSI. Melalui surat yang diterima PSSI, Selasa, 17 Februari 2009, FIFA menyetujui perubahan-perubahan yang telah dilakukan.
Indonesia merupakan satu dari sederet negara yang diminta untuk mengubah pedoman dasarnya. Aturan paling mendasar di tubuh organisasi itu diminta untuk disesuaikan dengan statuta FIFA. PSSI sudah beberapa kali mengajukan draf perubahan kepada FIFA. Namun hasilnya selalu ditolak. Finalisasi pembahasan akhirnya digelar di di kantor Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 13 Februari 2009.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes, meski menanggapi positif perubahan yang dilakukan oleh PSSI, surat resmi pengesahan atas draf baru mereka terima hari ini.
"Tadi kami sudah menerima surat dari FIFA yang menyatakan telah menyetujui draf pedoman dasar yang telah kami susun. Di surat itu, juga disebutkan kalau perubahan yang kami lakukan excellent," kata Nugraha Besoes saat ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2009.
Nugraha menambahkan, setelah menerima surat dari FIFA, PSSI selanjutnya akan menyiapkan musyawarah luar biasa (munaslub) untuk meratifikasi pedoman dasar yang baru. Sayang, Nugraha masih merahasikan waktunya.
"FIFA tidak menyebutkan batasan waktu untuk munaslub. Mereka hanya minta untuk dilakukan secepatnya. Yang pasti, tidak akan berbenturan dengan jadwal pemilihan umum," kata Nugraha.
Munaslub digelar untuk mengesahkan pedoman dasar baru PSSI. Rapat ini akan dihadiri seluruh anggota PSSI yang terdiri atas 33 pengda PSSI, 79 klub, dan 5 asosiasi. Setelah munaslub, PSSI harus menggelar musyawarah nasional (Munas) yang bertujuan memilih kepengurusan baru sesuai dengan pedoman dasar yang baru.