Pilih Tim Anda
Daftar
Indonesia Tetap Ingin Maksimal di Bahrain
Peluang Indonesia lolos sudah tertutup karena menjadi juru kunci di Grup E.
Minggu, 26 Februari 2012, 06:47 WIB
Muhammad Hasits ,  Adi Yoga (Surabaya)
Berita Terkait


Salah satu pemain timnas, Ferdinand Sinaga (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAbola - Gelandang Taufiq, akan menjalani caps pertama bersama timnas Indonesia. Dia resmi bergabung dengan timnas yang akan melawan Bahrain pada kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 zona Asia, Rabu 29 Februari 2012.

Bagi Taufiq, bergabung dengan timnas adalah sebuah mimpi. Pemain kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur itu akhirnya bisa berkostum merah putih. Meski peluang Indonesia lolos sudah tertutup, target tampil maksimal jadi tujuannya.

"Masuk bagian timnas Indonesia merupakan impian saya selama main bola. Karena itu, saya ingin kesan senang bercampur bangga ini jadi kepuasan dengan meraih hasil positif di Bahrain," kata Taufiq.

Taufiq memang punya misi lebih dalam debut perdananya kali ini. Pemain kelahiran 29 November 1986 itu, ingin jejaknya diikuti pemain asal Tarakan lainnya. "Setahu saya, belum pernah ada pemain timnas asal Tarakan. Saya ingin nantinya muncul pemain hebat dari sana. Seperti beberapa pemain asal Kaltim yang pernah jadi legenda di timnas," ujarnya sambil menyebut nama mantan playmaker andalan Indonesia Fachri Husaini.

Dengan postur 160 cm, Taufiq mampu menutup kekurangan itu dengan skill individu mapan. Tak heran, perannya sebagai pengatur ritme permainan Persebaya tak tergantikan sejak musim 2008. Bahkan pelatih Persebaya 1927 asal Portugal, Divaldo Alves menilai Taufiq layak dijuluki gelandang terbaik Indonesia saat ini.

Disinggung penilaian itu, Taufiq enggan berjumawa. "Kalau terbaik bukan lah mas. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya perbaiki untuk menuju itu. Di Indonesia juga punya banyak stok gelandang hebat. Mungkin nama saya masuk karena dinilai cocok dengan strategi pelatih," ucap fans berat gelandang Barcelona Xavi Hernandes tersebut.

Selain skill, Taufiq juga layak disebut sebagai pemain yang punya loyalitas tinggi. Sejak dilirik talent scouting Persebaya, kariernya tidak pernah keluar dari Surabaya. Bersama Mat Halil, bek sayap Persebaya, menjadi pemain yang belum pernah rasakan atmosfir memperkuat tim lain. "Bukan karena tidak ada tawaran. Tapi karena saya sudah terlanjur jatuh cinta," tutup pemain yang dibesarkan kompetisi internal Surabaya tersebut.


• VIVAbola   |   Share :  
Rating
KOMENTAR ANDA
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau  
belum memiliki akun vivanews? silahkan mendaftar 
Loading Klasemen...
Loading...
man of the match
Cetak Gol, Qischil Panen Pujian
Qischil Gandrum selama ini kerap menghuni bangku cadangan.
soccertainment
Ribuan Dokter Ukraina Kursus Bahasa Inggris
Dalam rangka Euro 2012, Ukraina juga memberlakukan kursus bahasa Inggris kepada polisi.