VIVAbola - Persidafon Dafonsoro kembali menelan kekalahan pada Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Setelah dipermalukan Sriwijaya FC 0-5, Persidafon juga kalah 2-5 dari Persiram Raja Ampat di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2012.
Usai laga, manajamen langsung menggelar evaluasi besar-besaran. Di ruang ganti, manajamen bersama pemain dan pelatih mencari penyebab pemainan Persidafon yang tak kunjung membaik. Meski demikian, belum ada 'tumbal' dari rentetan kekalahan ini.
"Kami langsung rapat evaluasi tadi," ujar Manajer tim Persidafon usai pertandingan, Kamis 9 Februari 2012. "Secara tim dan permainan, kami sebetulnya tidak kalah. Hanya saja kami terlalu menganggap remeh lawan pada saat sudah unggul dua gol di babak pertama. Itu kesalahan yang membuat saya kecewa," sambung Iwan.
Iwan menilai timnya kalah strategi dari Persiram. Menurutnya formasi 4-4-2 yang diterapkan pelatih Sergei Dubrovin tidak sesuai dengan materi pemain yang dimiliki Persidafon. Absennya pemain senior seperti Eduard Ivakdalam dan Bejo Sugiantoro juga tak mampu ditutupi oleh pemain pelapis yang ada.
"Kami sudah mengevaluasi, formasi yang diterapkan pelatih, dengan kondisi materi pemain yang ada tidak cocok. Kondisinya saat ini, para pemain pelapis kami belum bisa memback-up pemain-pemain senior yang kebetulan harus absen. Kami juga kehilangan jenderal lapangan dengan absennya Edu (Eduard Ivakdalam)," kata Iwan.
Meski demikian, Iwan menegaskan kalau pihaknya sampai pada tahap memecat pelatih atau pemain. Sampai saat ini, manajamen masih mencari penyebab pasti hasil buruk yang diraih Persidafon.
"Apakah memang dari pemain atau pelatih yang salah memberikan strategi. Belum ada pembicaraan khusus mengenai pemecatan," kata Iwan.
Bertanding tanpa dukungan penonton, Persidafon sebenarnya sempat unggul dua gol di bawah babak pertama. Namun di babak kedua, tim lawan Persiram justru mampu membalas gol lebih banyak, yakni lima gol.