VIVAbola - Duel klasik yang mempertemukan Liverpool dan Manchester United di babak ke IV FA Cup memang menjadi daya tarik tersendiri. Tensi laga ini pun kian memanas, mengingat tindakan rasisme Luis Suarez terhadap Patrice Evra saat dua tim Merah ini bentrok, Oktober 2011 silam.
Latar belakang emosi laga tersebut tidak pelak mendapat perhatian serius dari pemain legendaris ManUtd, Viv Anderson. Secara pribadi, ia melihat, Evra cukup dewasa melihat insiden tersebut dan tidak menjadikannya energi negatif dalam pertandingan kontra Liverpool nanti.
"Evra jelas akan bermain, 100 persen," klaim pria yang pernah memperkuat Arsenal tersebut dikutip Daily Mail, 27 Januari 2012.
"Akan ada respon, tetapi dia tidak akan melakukan kesalahan. Jadi, mengapa dia tidak akan bermain," lanjut pemain yang tenar di era 1980an ini.
Viv pun berani menjamin, mantan pemain AS Monaco itu tahu cara melupakan dan mengatasi peristiwa tidak mengenakkan yang sempat dialaminya.
"Dia memiliki pengalaman serta cukup dewasa untuk berurusan dengan hal itu. Ini bukan pertama kalinya dia mendapat serangan verbal," ujarnya.
Viv pun memandang, Evra telah membuktikan dirinya bisa mengatasi tekanan dari luar. Bahkan, menurutnya, Evra telah membangun kariernya kendati sempat mengalami tindakan rasisme di masa lalu.
"Tidak benar, Anda harus menjadikan tindakan rasisme untuk bangkit. Tetapi saya yakin, ini telah terjadi pada dirinya di masa lalu," bilangnya.
Ia menambahkan. "Saya tidak berpikir, bermain di Anfield setelah apa yang terjadi akan mengganggunya."