VIVAnews - Aksi rasial sudah merambah sepakbola Indonesia. PSIS Semarang mendapat hukuman percobaan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI karena suporter mereka menyanyikan lagu berlirik laris dalam pertandingan PSIS melawan PSM Makassar di Stadion Jatidiri Semarang, 12 Oktober 2008 lalu.
Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, Selasa, 14 Oktober 2008, mengatakan PSIS dihukum percobaan selama enam bulan. Jika terjadi tindakan rasis lagi, maka suporter PSIS dilarang menyaksikan pertandingan Liga Indonesia. Tak hanya itu, denda Rp 200 juta juga harus dibayar PSIS jika tak mampu mencegah kejadian yang sama terulang.
Insiden pemukulan di partai yang sama yang dilakukan wasit Yanri kepada seorang ofisial PSM baru akan dibahas minggu depan. Yanri memukul ofisial itu setelah lebih dulu sukses menghindar dari pukulan sang ofisial.
Denda karena petasan
Sementara itu kubu Persela Lamongan dihukum denda Rp 10 juta menyusul peristiwa pelemparan petasan pada partai Persela kontra Arema Malang 27 September 2008 lalu.
Untuk kasus penonton yang melebihi kapasitas stadion Surajaya, Lamongan, panitia pertandingan hanya diberi terguran keras oleh Komdis.