VIVAnews - Kemenangan jadi incaran Persita Tangerang di laga ketiga mereka diputarkan kedua Liga Super 2008/2009.
Dan, korbannya adalah Persitara Jakarta Utara yang bakal mereka jamu di Stadion Delta, Sidoarjo, Rabu 4 Februari 2009. Tak bermain di kandang sendiri tanpa kehadiran pendukung setia, tak membuat para pemain Persita patah semangat.
“Kami memang main di Sidoarjo. Tapi, ini laga kandang. Makanya, harus kami akhiri dengan kemenangan. Soal bakal sepinya dukungan buat para pemain itu tak jadi masalah," ujar Andil Mulyadi, Manajer Tim Persita, pada wartawan GOSport, Esnoe Wardhana.
"Para pemain kini sudah terbiasa tanpa teriakan dukungan dari suporter di pinggir lapangan. Yang jelas, para pemain tetap konsentrasi pada pertandingan,” bilang Andil Mulyadi, Manajer Tim Persita.
Demi mewujudkan ambisi mengamankan 3 poin, melawan Persitara, pasukan Zainal Abidin akan tampil menyerang sejak menit-menit awal. Apalagi, dengan kembalinya Bruno Casmir yang sudah bebas dari akumulasi diyakini akan memperkuat lini tengah Persita.
“Untuk pertandingan hari ini, semua pemain bisa turun termasuk Bruno. Ini tentu jadi berita buat kami. Setidaknya, dengan hadirnya Bruno akan merubah pola permainan kami. Sebagai tuan rumah, kami harus tampil agresif. Dan, kehadiran Bruno akan sangat membantu pergerakan di lini tengah,” bilang Andi.
Di kubu Persitara, nada optimis bisa merengkuh 1 poin begitu mengapung. Meski, harus melakoni laga tandang, Hariman Siregar dkk tak gentar sama sekali. Maklum saja, Stadion Delta bukanlah kandang Persita. Jadi, kedua tim diyakini bertanding tanpa dukungan penonton fanatik.
“Memang Persita yang bertindak sebagai tuan rumah. Tapi, mereka tak main di Tangerang. Jadi kedua tim berstatus main tandang. Itu juga menguntungkan kami. Karena kami bisa tampil tanpa beban. Kami akan manfaatkan situasi ini untuk meraih poin. Minimal membawa pulang 1 poin,” bilang Hariman.
Soal ancaman sanksi yang bakal diberikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI) lantaran hingga kini Persitara belum memastikan pelatih yang sesuai dengan regulasi, disebut Hariman tak banyak berpengaruh.
“Para pemain hanya konsentrasi di lapangan. Soal itu, jadi wewenang pemain. Jadi, kami hanya akan fokus ke pertandingan. Soal non teknis harus dikesampingkan,” ucap Hariman.
Kabar gembira juga menghampiri Persitara. Amunisi baru mereka Esiah Pello Benson sudah bisa dimainkan di laga ini. Buat Benson, ini jadi laga nostalgia. Sebab,Benson pernah berkostum Persita.
REKOR PERTEMUAN
LI 2006*Persita vs Persitara*1-0
Persitara vs Persita*2-1
LI 2007*Persita vs Persitara*3-1
Persitara vs Persita*2-2
Copa 2007*Persita vs Persitara*1-0
Persitara vs Persita*3-2
LS 2008*Persitara vs Persita*3-0
PRAKIRAAN PEMAIN
PERSITA (4-3-3)
Wawan Hendrawan; Supriyadi, Sunar Sulaiman, Yulian
Hontong, Bruno Casmir; Georges Nicolas Djone, Anthony
Tadjo, Maman; I Made Adi Wirahadi, Christian Bekatal,
Cucu Hidayat
Pelatih: Zainal Abidin
-----------------------------
PERSITARA (4-4-2)
Rony Tri Prasnanto; Eko Ebendje Rudolf, Taufiq
Karun,
Regi Raditya; Yahya Sosomar, Hariman Siregar, Esiah
Pello Benson, Dedy Mulyadi; Rahmat Riv’ai, Pierre
Bello
Pelatih: Dadang Iskandar