VIVAnews - Pemain Barcelona Sergio Busquets berada dalam pengawasan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) setelah video melawan Real Madrid beredar luas. Pasalnya, dalam video itu Busquets memanggil pemain Madrid, Marcelo, dengan sebutan 'Mono' atau 'Monyet'.
Panggilan ini membuat Busquets dianggap melalukan tindakan rasis. Nasib pemain bertinggi 189 cm itu pun terancam untuk tampil di Final Liga Champions melawan Manchester United.
Namun, menurut Wakil Presiden Barca Josep Maria Bartomeu apa yang dikatakan Busquets tidaklah rasis. Itu hanya 'bumbu' yang dilakukan para pesepakbola ketika bertemu lawan di atas lapangan.
"Saya tidak mengerti kenapa Busquets tidak boleh tampil di final. Ini sesuatu yang mengejutkan buat kami," kata Bartomeu seperti dilansir The Dirty Tackle, Jumat 13 Mei 2011.
"Saya tidak tahu apa yang dikatakan Busquets atau apa yang mereka bicarakan. Tapi itu adalah hal biasa yang terjadi di sepakbola. Jika kita tempatkan kamera di masing-masing pemain untuk mengetahui apa yang mereka lakukan atau katakan maka ini akan jadi sirkus," tambahnya.
Insiden Busquets terjadi ketika Barca bertemu Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. Busquets yang bersitegang dengan Marcelo terlihat mengatakan 'Mono, mono' dan sengaja menutupi mulutnya agar tidak terbaca oleh wasit.
Video kejadian ini kemudian muncul di situs resmi Madrid hanya sehari sebelum pertandingan leg kedua. Hal ini kemudian dianggap oleh Bartomeu sebagai sesuatu yang berlebihan.
"Saya tidak akan bicarakan masalah di luar klub saya, tapi saya tidak akan pernah melakukan itu (menempatkan video di situs) karena nampak seperti pernyataan yang dilebih-lebihkan," kata Bartomeu.