Pilih Tim Anda
Daftar
Benarkah FIFA Tolak Peraturan Kongres PSSI
Jumat, Thierry Regenass dari FIFA sudah berkirim email soal ini ke PSSI. Benarkah?
Minggu, 27 Maret 2011, 21:02 WIB
Muhammad Hasits
Berita Terkait


Thierry Regenass (kanan) (nation.co.ke)

VIVAnews - Terkait kericuhan Kongres PSSI di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, Sabtu, 26 Maret 2011, beredar di kalangan wartawan email yang mengatasnamakan Thierry Regenass, Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi FIFA. Bertajuk "Draf Peraturan Pemilihan PSSI", email itu menyatakan bahwa FIFA telah menerima dua dokumen draf yang dikirimkan Komite Eksekutif PSSI.

Isinya, menyatakan bahwa FIFA "menyesalkan bahwa bertolak belakangan dengan permintaan yang berkali-kali kami [FIFA] utarakan, PSSI tidak menggunakan FIFA Standard Electoral Code sebagai basis menyusun peraturan pemilihan PSSI."

Selanjutnya, surat elektronik itu juga menyatakan, "Considering that there is no time for us to proceed to a further review before the 26 March 2011 Congress, we ask you to send us by Monday 28 March  2011 the approved version of this electoral code. FIFA will then evaluate whether it is conform to FIFA standard electoral code. (Menimbang tidak ada waktu lagi buat kami untuk melakukan penelaahan lebih lanjut sebelum Kongres 26 Maret 2011, kami minta Anda untuk mengirimkan kepada kami pada Senin, 28 Maret 2011, versi peraturan pemilihan yang telah disetujui. FIFA kemudian akan mengevaluasi apakah peraturan itu sesuai dengan FIFA Standard Electoral Code)."

Keberadaan email itu dibenarkan Ketua Komisi Olah Raga and Hukum Komite Olimpiade Indonesia, Timbul Thomas Lubis. "Peraturan pemilihan itu sudah ditolak oleh FIFA melalui surat email yang sudah diberikan kepada PSSI," kata Thomas.

Menurut Thomas, sebagaimana tertera di email Regenass, peraturan pemilihan yang dikirim pengurus pusat PSSI ke FIFA dinilai tak didasarkan pada FIFA Standard Electoral Code. Thomas menjelaskan, kabar itu ia dapatkan langsung melalui percakapan telepon antara dirinya dengan Regenass sendiri pada dua hari yang lalu, Jumat, 25 Maret 2011.

Thomas juga mengklaim kongres yang digelar 78 anggota Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN), sudah diketahui FIFA. Acuan pelaksanaan kongres, yaitu peraturan pemilihan yang dibuat KPPN, sudah diketahui oleh utusan FIFA, Frank van Hattum. "Sudah membuat draf yang sesuai dengan FIFA Standard Electoral Code dan sudah dibicarakan dengan perwakilan FIFA. Tanggapannya, fine," Thomas menjelaskan.

Benarkah demikian?

Sekjen PSSI Nugraha Besoes belum dapat diminta konfirmasinya.

Namun, soal itu langsung dibantah TB Adi dari Departemen Media PSSI. Menurut dia mustahil FIFA menyatakan tak setuju mengingat anggota Komite Asosiasi FIFA Frank van Hattum plus sekjen AFC Alex Soosay sudah datang ke Pekanbaru, sebelum kemudian kembali ke Jakarta menyusul ricuhnya kongres.

"Sejauh ini belum ada surat. Yang jelas kalau FIFA tidak setuju, mana mungkin perwakilan FIFA datang ke acara kongres? Toh, mereka datang, kan?" kata TB Adi.

Adi mengatakan Nurdin Halid bersama tiga pengurus Komite Eksekutif PSSI lain akan terbang ke Zurich untuk melaporkan ricuhnya kongres di Pekan Baru itu.

"Ketua Umum akan terbang ke Zurich untuk memberikan laporan terkait kegagalan kongres, termasuk memberikan data berupa rekaman video dan foto yang mengindikasikan adanya keterlibatan orang luar dalam kongres," katanya. (kd)



• VIVAbola   |   Share :  
Rating
KOMENTAR ANDA
  • hukuman yang pantas buat NH & NB "dirajam sejuta bola" | via
  • Nurdin Halid Nugraha Besoes beserta tim pendukung mereka di PSSI. Telah membuat malu negeri ini dengan segala kebohongan yang mereka lakukan. Kira-kira apa tindakan yang pantas untuk mereka yang telah menghancurkan nama baik bangsa ini!?? | via
    • wawan_abah
      29/03/2011
      bener tuh orang ga punya muka,kubur aja semuanya.... udah jelas kita pun dengar dari presiden fifa melaului media TV orang yang terlibat masalah hukum (udah jatuh vonis) dilarang ikut mencalonkan diri di kepengurusan PSSI. | via
  • Buat bapak dubes Scweizz...tangkap aja pak tuh NH... jangan boleh kasih visa. | via
    • udik
      28/03/2011
      setuju, sekalian aja ya dubes diplomasi ya jadi preman biar dapat bintang mahaputra. Nanti kalo PSSI masih terpuruk juga kita kasih bintang mahaputri. | via
  • jurihida

    28/03/2011
    ITU BUKTI KEBUSUKAN PENGURUS PSSI, YANG GAK BISA PROFESIONAL KERJANYA, MALU2IN SAJA, BUKTI GAK BISA MIMPIN JUGA TUH NURDIN | via
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau  
belum memiliki akun vivanews? silahkan mendaftar 
Loading Klasemen...
Loading...
man of the match
Messi Top Skorer Liga Champions 2011/12
Chelsea menjadi satu-satunya tim yang tak bisa dijebol Messi musim ini di Liga Champions.
soccertainment
Juan Mata Diabadikan Jadi Nama Taman Kota
Penghargaan ini diberikan Kota Oviedo atas jasa-jasa Juan Mata di bidang olahraga.