VIVAnews - Krisis keuangan yang melanda dunia tak luput berimbas pada industri sepakbola. Namun, hal itu dibantah dinasti Glazers yang menyebut klubnya, Manchester United bebas dari krisis finansial.
Perusahaan Glazers yang berpusat di Florida, Amerika Serikat, mengaku sangat percaya diri krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini tidak akan memberi pengaruh besar bagi juara bertahan Liga Champions dan Premier League itu. Bahkan, saat klub-klub kaya Inggris seperti Chelsea dan Manchester City mengaku terkena dampak krisis dunia itu, United tidak bermasalah.
"Gonjang-ganjing keuangan saat ini tidak akan memberikan dampak negatif bagi United. Kami telah mengganti struktur keuangan pada 2006 dan itu membuat kami lebih stabil. Utang akan terbayar oleh klub yang mempunyai aliran dana kuat," tulis pernyataan resmi dari perusahaan Glazers, Kamis, 9 Oktober 2008.
Meski mengaku tak terpengaruh, namun gejolak ekonomi tetap menyinggung klub elit Premier League itu. Hal itu terlihat dari belum jelasnya dukungan AIG (American Insurance Group) terhadap United.
Negosiasi AIG dan The Red Devils masih mengambang setelah perusahaan asuransi itu juga terhantam krisis. Namun, menanggapi masih mengambangnya pembicaraan kedua belah pihak, Glazers mengaku tetap optimis akan mendapat pengganti sponsor yang lebih menguntungkan.
The Red Devils sendiri saat ini memiliki hutang sekitar 660 juta poundsterling. Hutang itu diyakini sebagian besar dari usaha keluarga Glazers mengakuisisi United pada Mei 2005 lalu.
West Ham Gonjang-ganjing
Jika United yakin tak kena imbas krisis ekonomi, lain halnya dengan West Ham. Kolapsnya Bank Landsbanki, yang saham terbesarnya dikuasai pemilik West Ham, Bjorgolfur Gudmundsson dikabarkan membuat limbung klub.
Pasalnya, pemerintah Islandia memaksa Gudmundsson menarik asetnya di West Ham sekaligus mencopot jabatannya sebagai Chairman bank terbesar kedua di Islandia itu.
Namun, lewat wakilnya, Asgeir Fridgeirsson, Gudmudsson juga memberikan jaminan bahwa klub tidak akan dilego.