VIVAnews - Sepakbola Indonesia kembali tercoreang isu suap yang diduga dilakukan oknum wasit dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL) 2010/11, antara Persibo Bojononegoro versus Persema Malang dengan skor akhir 0-1 untuk kemenangan Persema, Sabtu malam.
Upaya suap terjadi sebelum pertandingan dimulai. Melalui telepon, seseorang mengaku mewakili wasit meminta uang Rp10 juta kepada asisten manajer Persibo, Imam Sardjono, katanya uang itu untuk wasit.
Namun, karena dianggap tidak wajar dan akan merusak citra sepakbola Indonesia, manajemen menolak memberikan uang tersebut.
"Dia bilang uang itu untuk wasit, kalau mau menang serahkan saja," ujar pelatih Persibo Sartono Anwar dihubungi VIVAnews.com, Senin 11 Oktober 2010.
Akibat penolak itu, Sartono menilai pertandingan antara Persibo melawan Persema penuh kecurangan. Bahkan berkali-kali wasit Iis Isya Permana menghukum pemainnya secara tak wajar.
"Kok sepertinya sinkron yah, setelah ditolak, wasit bertindak curang, tidak jujur dan sangat berat sebelah," jelasnya.
Apalagi, saat gol yang tercipta melalui hukuman pinalti, di menit-menit akhir. Wasit tidak bertindak jujur. Seharusnya, pada menit ke-93 sudah meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
"Tapi dimenit ke-94 wasit masih melanjutkan permainan. Ini artinya wasit sengaja mengulur waktu. Akibatnya terjadilah pelanggaran handball oleh pemain Persibo yang berakhir tendangan pinalti," tuturnya.
Sang pelatih pun melontarkan protes keras. Merasa diabaikan, usai pertandingan Sartono mengungkapkan kekecewaanya kepada wartawan, bahwa ada upaya suap di pertandingan ini.
Persibo menganggap gol yang tercipta lewat tendangan pinalti, diduga ada kaitannya dengan uang Rp 10 juta itu.
Menanggapi akan ada pemanggilan dari PSSI, Sartono mengaku siap membeberkan semuanya. Termasuk banyaknya aksi pemerasan sebelum pertandingan.
"Saya tidak takut dipanggil PSSI, silahkan saja, saya malah senang dipanggil untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, biar mereka tahu sekalian,"
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010
11/10/2010