VIVanews - Walaupun sinyal pemecatan berdering kencang, pelatih Portugal Carlos Queiroz mengaku tidak takut. Ia menegaskan, sejauh ini hubungan dirinya dengan Federasi Sepakbola Portugal ((FPF) baik-baik saja.
Queiroz saat ini menjalani hukuman selama enam bulan dari Komite Antidoping. Hukuman itu ia terima setelah menghina keputusan komite tersebut sebelum pelaksanaan Piala Dunia 2010.
Queiroz mengeluarkan kata-kata kasar kepada komite saat tahu para pemain timnas Portugal diminta menjalani tes antidoping. Akibat perkataannya, ia tidak bisa menemani timnas Portugal menjalani empat laga kualifikasi Piala Eropa 2012 tanpa didamping pelatih.
Queiroz akan absen saat "Seleccao" bertanding melawan Siprus, Norwegia, Denmark dan Islandia. Kontrak Queiroz sendiri bersama Portugal masih menyisakan dua tahun.
Sinyal pemecatan menguat setelah timnas Portugal gagal tampil apik di Piala Dunia 2010. Ditambah, hasil buruk yang dipetik oleh Portugal saat menjalani laga kualifikasi Piala Eropa 2010 kontra Norwegia kemarin. Dalam laga itu, Portugal kalah 1-0.
"Hubungan saya dengan federasi baik-baik saja, jadi tidak perlu takut," kata Queiroz kepada Marca.
Menurut Queiroz, meski tidak bisa mendampingi anak asuhnya di laga kualifikasi, ia melihat timnas Portugal telah bermain dengan baik. Karena itu, ia hanya bisa memberikan dorongan dan solidaritas kepada tim.
"Mereka telah bermain dengan fantastis dan melakukan semua yang mereka bisa," ujarnya.
Nama Paulo Bento dan Luis Aragones kini disebut-sebut sebagai pengganti pelatih berusia 57 tahun itu. Bento adalah mantan pelatih Sporting CP, sedangkan Aragones adalah mantan pelatih timnas Spanyol.
Kini, kedua pelatih itu sudah tidak menangani tim manapun. Bento dan Aragones sudah tidak menjadi pelatih sejak tahun 2009.