VIVAnews - Gelandang veteran Manchester United Ryan Giggs mengkritik pemain-pemain muda yang digaji berlebihan oleh klubnya. Giggs menilai pemain muda itu bisa cepat puas dengan gaji yang mereka terima.
Dengan semakin berkembangnya industri sepak bola saat ini, banyak pemain muda belia yang mendapatkan gaji hingga miliaran Rupiah. Dan Liga Inggris terkenal sebagai salah satu liga yang klubnya royal terhadap pemain-pemain muda.
Hal itu sangat disayangkan Giggs, pasalnya pemain asal Wales itu takut para pemain muda yang punya talenta luar biasa akan sombong tanpa membuktikan kehebatan mereka di lapangan terlebih dahulu.
"Banyak pemain saat ini, sebelum mereka membuktikan diri, sudah mendapat banyak uang, yang tidak pernah saya rasakan ketika masih muda," ujar Giggs seperti dikutip Goal dari Daily Star, Minggu 5 September 2010.
"Saya mendapat gaji yang bagus, jangan disalahartikan, saya bermain di tim utama dan gaji saya saat itu 30 pound per pekan (Rp 416 ribu). Saya mendapat gaji sebagai pemain magang. Kemudian sata mendapat kontrak dengan 200 pound dan kontrak akan semakin membaik jika Anda semakin tua. Itu cara saya tumbuh."
"Sekarang, sebelum Anda membuktikan diri, Anda sudah mendapat uang. Kontrak empat atau lima tahun, itulah cara sepak bola saat ini. Beberapa pemain bisa mengatasinya, pemain lainnya tidak bisa," tutup Giggs.
07/09/2010
06/09/2010