VIVAnews - Arema Indonesia akan bertemu Persik Kediri pada semi final Piala Indonesia 2010, Rabu, 28 Juli 2010. Dalam derby Jatim ini, Singo Edan ingin tampil garang meski sedang mengalami kondisi yang compang-camping.
Beragam masalah menghinggapi Arema usai merebut gelar Juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Gaji telat hingga aksi mogok latihan mewarnai persiapan Singo Edan menghadapi sisa laga di Piala Indonesia 2010.
Meski demikian, Arema tetap berhasil lolos ke babak semifinal. Di babak perempatfinal, Singo Edan berhasil menyingkirkan Persib dengan agregat 3-2.
Arema ingin melanjutkan tren positif ini saat menghadapi Persik di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, malam ini. Pelatihnya, Robert Rene Albert ingin membuktikan pemainnya tak terpengaruh masalah non teknis.
"Orang-orang boleh bilang tim kami banyak masalah, terutama soal gaji pemain yang belum dibayarkan. Tapi, itu tak memengaruhi penampilan pemain di lapangan,” kata Robert.
"Kami yakin dengan modal kesiapan fisik, mental, dan motivasi kami akan mengalahkan Persik. Setelah menjuarai ISL, kami ingin mengawinkannya dengan Piala Indonesia," tambahnya.
Pertarungan Arema vs Persik sendiri akan menjadi derby klasik yang panas. Rivalitas kedua tim tak hanya terjadi di lapangan. Suporter kedua tim (Persikmania dan Aremania) sudah terlibat perang dingin sejak musim 2003.
Laga ini juga tak ubahnya bak perang saudara. Pasalnya, Persik datang dengan kekuatan mayoritas putra Malang. Pelatih Agus Yuwono dan asistennya Sukrian maupun Harianto adalah Arek Malang.
Sementara itu, sejumlah pemain seperti Suswanto, Wawan Widiantoro, dan Khusnul Yuli merupakan mantan skuat Arema di musim 2003. Sedangkan Dodit Fitrio dan Choirul Anam adalah eks pemain Persema juga asal Malang.
Arema sendiri pada musim ini tampil dominan atas Persik. Setelah tak pernah menang di tujuh laga sebelumnya, Arema berhasil mengalahkan Persik dua kali pada ISL 2009/2010.
Di Malang, Arema berhasil membantai Persik 3-0. Sedangkan di Brawijaya, Kediri, Singo Edan juga mengalahkan Persik 1-0.
"Kami optimistis bisa melangkah ke final meski tak mau meremehkan Persik. Mereka punya semangat bertanding luar biasa dan sukses menyingkirkan Persija,” tandas Robert.
Sementara itu, pelatih Persik, Agus Yuwono, juga tak mau kalah. Agus menilai timnya bakal mampu mengalahkan Arema.
"ISL beda dengan Piala Indonesia. Buktinya, kami bisa menyingkirkan tim papan atas seperti Persija,” kata Agus.
"Mental dan fisik pemain kami juga sedang bagus. Mereka juga termotivasi untuk mengalahkan Arema,” tandas Agus.