VIVAnews - Andres Iniesta menjadi pahlawan Spanyol saat gol tunggalnya bersarang di jala Belanda pada final Piala Dunia, Minggu 11 Juli 2010. Gol itu bukan hanya membuat tim Matador jadi juara dunia untuk pertama kalinya.
Tapi juga menyatukan perbedaan pandangan dan perpecahan yang selama ini terjadi di Spanyol. Ratusan ribu warga Spanyol yang terdiri dari beberapa suku tumpah ruah jadi satu untuk merayakan kemenangan ini.
Salah satunya adalah nenek berusia 87 tahun, Maria Candelas del Valle Munoz. Perempuan berkursi roda ini hadir dalam pesta kemenangan Spanyol dan setia mendampingi Iker Casillas cs selama parade di Madrid berlangsung.
Padahal Munoz adalah korban perang saudara di Spanyol saat ayahnya tertembak di tahun 1936. "Pasukan merah menembak ayah dan perang meninggalkan 23 yatim piatu di keluargaku. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya lupakan," kata Munoz seperti dilansir NY Times, Senin 12 Juli 2010.
"Tapi hari ini kami semua bersatu dan itu membuatku menangis penuh haru."
Masalah kesukuan memang jadi kendala yang tidak pernah hilang di Spanyol. Hal ini terasa saat lagu kebangsaan Spanyol diperdengarkan di Piala Dunia 2010.
Sebab, La Marcha Real yang selama ini dikenal sebagai lagu kebangsaan Spanyol, tak punya lirik tetap. Alasannya Spanyol terbagi dalam beberapa regional yang masih menyimpan perselisihan masa lalu.
Madrid, Catalonia, Andalusia, dan Basque selama ini punya lagu kebangsaan sendiri-sendiri. Hingga kini pun masih terus berlangsung sifat kedaerahan di masyarakat Spanyol.
Masalah lain yang lebur dari pesta kemenangan tim Matador adalah krisis keuangan. Spanyol bersama Yunani adalah negara yang terkena dampak terburuk dari krisis ekonomi di Eropa.
Namun pesta kemenangan La Furia Roja saja menghabiskan biaya hingga $2 juta alias Rp 18 miliar lebih."Mungkin ini adalah sesuatu yang bisa dinikmati di tengah ekonomi dan segala sesuatunya yang berlangsung buruk," kata seorang supir taksi, Alfredo Maxedo.
"Tapi ini mungkin hanya bersifat beberapa hari sebelum akhirnya kami kembali ke kenyataan yang pahit."
14/07/2010