VIVAnews - Seorang pendukung Paris Saint-Germain (PSG) meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan lebih dari dua minggu. Ia tewas setelah mengalami tindak kekerasan usai tim yang didukungnya kalah 0-3 dari Marseille Februari lalu.
Pria malang berusia 38 tahun itu koma selama 20 hari. Ia mengalami luka di kepala akibat kerusuhan di luar stadion Parc des Princes pada 28 Februari 2010.
Satu orang yang disangka menjadi pelaku sudah ditangkap dan terancam hukuman percobaan pembunuhan. Tersangka bisa diidentifikasi berkat bantuan rekaman CCTV.
Menteri Olahraga Perancis Rama Yade mengingatkan perlunya memerangi niat buruk untuk melakukan kekerasan kepada pendukung sepakbola lain yang berseberangan.
"Kelangsungan klub-klub sepakbola menjadi taruhannya. Saat ini semangat sepakbola sudah berubah menjadi tak masuk akal hingga nafsu untuk membunuh. Kecintaan pada seragam klub telah berubah menjadi alasan untuk membenci pendukung lainnya," kata Yade seperti diberitakan AP.
Bagi PSG, kematian seorang pendukungnya bukan untuk pertama kali. Tahun 2006, Julien Quemener ditembak mati polisi dalam sebuah kerusuhan saat PSG main di Piala UEFA.