VIVAnews - Manajer Fulham, Roy Hodgson tetap menggenggam optimisme mendalam saat kembali bentrok dengan Juventus di leg 2 babak 16 besar Liga Europa. Hodgson memegang prinsip, tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola.
Anak asuh Hodgson harus bekerja ekstra keras saat bertandang ke markas Bianconeri di Turin pada 18 Maret 2010 lalu. Tapi, Fulham harus menyerah 1-3 pada leg 1.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Kami pasti akan keluar sebagai pemenang, itu pasti," tegas mantan pelatih Inter Milan dan Udinese itu seperti dilansir dari Football Italia, Kamis 18 Maret 2010.
"Saya juga pernah melihat hal-hal yang mengejutkan sepanjang karir saya. Jadi saya yakin para pemain akan melakukan yang terbaik untuk mengubah permainan di lapangan," jelas pria Inggris 62 tahun ini.
Cedera Juve
Fulham sedikit diuntungkan dengan cederanya beberapa pilar Si Nyonya Tua. Sedikitnya ada delapan pemain Juve yang bakal absen saat bertemu Fulham.
Dua kiper Juventus yakni Gianluigi Buffon dan Alex Manninger dipastikan absen karena masih mengalami cedera. Alternatifnya, Pelatih Alberto Zaccheroni harus memasang Antonio Chimenti untuk mengisi pos di bawah mistar gawang.
Di lini belakang, Nicola Legrottaglie absen karena sanksi akumulasi kartu. Sedangkan Giorgio Chiellini dan Martin Caceres juga bernasib sama, yaitu cedera.
Sedangkan lini tengah, nama Sebastian Giovinco juga masuk daftar absen skuat Si Nyonya Tua. Untuk penyerang, nama Carvalho Amauri dan Sebastian Paolucci diragukan tampil dengan persoalan sama, cedera.
Juventus hanya membutuhkan hasil seri untuk lolos ke perempatfinal Liga Europa. Sementara itu, Fulham butuh kemenangan dengan selisih tiga gol untuk bisa membalikkan keunggulan 3-1 atas tim tamu.
Meski diuntungkan dengan keunggulan 3-1, Zaccheroni tidak ingin jemawa. Menurutnya, Fulham tetap harus diwaspadai.
"Mereka memiliki pertahanan yang sangat baik dan seorang pelatih yang mengetahui sepak bola Italia dengan baik. Jadi kami harus tetap fokus," jelas Zaccheroni.
Dengan cedera beberapa pilar pemainnya, Zaccheroni akan mengevalusi tim secara keseluruhan. Skuatnya diharapkan bisa berkonsentrasi penuh dan tidak lengah selama 90 menit selama pertandingan.