VIVAnews - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho sukses membawa timnya ke babak perempat final Liga Champions. Inter menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar dengan agregat 3-1.
"Saya tahu Chelsea bermain dengan terus menganalisa jalannya pertandingan. Dan saya tahu situasi stadion ini, juga harapan fans. Saya tidak mungkin bermain bertahan di saat skor masih 0-0," kata Mourinho seperti dilansir dari Tribal Football, Rabu 17 Maret 2010.
Kunci kemenangan Nerazzurri tidak lepas dari buah racikan strategi yang diterapkan Mourinho. The Special One berani menerapkan formasi 4-2-1-3 untuk menghadapi Chelsea di Stamford Bridge.
Dalam formasi itu, Nerazzurri tampil sangat menyerang dengan langsung menurunkan tiga penyerang: Diego Milito, Goran Pandev dan Samuel Eto'o. Wesley Sneijder memanjakan trio penyerang itu dengan umpan-umpan matangnya.
Tapi, Inter tetap tak melupakan keseimbangan pertahanan. Thiago Motta dan Esteban Cambiasso diplot menjadi perebut bola dan gelandang bertahan.
Mou juga tahu betul atmosfer pada pertandingan leg 2 babak 16 besar tersebut. Mou menyebut, mulai dari taktik sampai sorakan suporter akan mempengaruhi permainan timnya.
"Permainan Chelsea sulit diprediksi saat bermain di kandangnya," jelas Mourinho.
Namun, pada kenyataanya Mou melihat malam itu Chelsea bermain tidak efektif. "Kadang jika mereka berada dalam tekanan, mereka terlihat berpikir dua kali untuk melakukan serangan," terang Mourinho.