VIVAnews - Mempertahankan gelar juara Liga Champions bagi Barcelona tidaklah mudah. Apalagi, El Barca pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions ditahan imbang Stuttgart 1-1.
Kini, giliran Stuttgart bertandang ke markas Barcelona di Camp Nou pada leg 2, Rabu 17 Maret 2010 (Kamis dini hari WIB). Tentu saja, target menang menjadi harga mati jika El Alzugrana tidak ingin tersingkir di babak 16 besar. Atau Barca memaksakan skor kacamata, meski itu tampak sangat berisiko.
"Ini menjadi tantangan yang luar biasa untuk mencoba kembali jadi yang terbaik di Eropa. Kami harus melaju ke babak delapan besar mengikuti Manchester United, yang tahun lalu masuk babak perempat final pada musim berikutnya," kata Guardiola seperti dilansir dari Reuters, Rabu 17 Maret 2010.
Barca coba menepis mimpi buruk juara bertahan yang tersingkir di babak 16 besar. Dalam empat musim terakhir, memang hanya MU sebagai juara bertahan yang bisa selamat dari babak ini, musim lalu.
Barca berkaca pada musim 2006/2007 ketika dikandaskan Liverpool. Dua juara bertahan lainnya, Liverpool disingkirkan Benfica pada musim 2005/2006. Dan AC Milan dimasukkan kotak oleh Arsenal pada musim 2007/2008.
Jaga Nama Spanyol
Pep mengakui musim ini kompetisi Liga Champions lebih sulit. Itu terlihat dari kegegalan dua wakil Spanyol lainnya, Real Madrid dan Sevilla yang juga telah tergusur di babak 16 besar. Barcelona pun ingin menjaga wibawa Spanyol.
"Tentu saja, sangat mungkin hal yang sama bisa terjadi pada kami. Ini kompetisi besar," jelas Guardiola.
Pep mengakui, tersingkirnya Madrid dari ajang Liga Champions musim ini adalah sebuah peringatan bagi timnya untuk terus berkerja keras membalikkan keadaan.
"Ini adalah peringatan. Kita bisa kehilangan gelar seperti yang kita capai pada musim lalu," terang Guardiola.