VIVAnews - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho mengaku sebelah hatinya masih berada di Chelsea. Tapi, ia tak main mata dengan kapten Chelsea, John Terry meski saling mengirim pesan pendek (sms) sebelum laga.
"Kemarin, saya SMS an dengan John Terry. Saya bilang kepadanya, besok seseorang akan bersedih. Dan itulah kehidupan," kata Mourinho seperti dilansir tribal.
Mourinho membuktikan ucapannya ketika Inter menaklukkan Chelsea 1-0 lewat gol Samuel Eto'o di leg 2 babak 16 besar Liga Champions, dini hari tadi. Dengan agregat 3-1, Nerazzurri lolos ke babak delapan besar atau perempat final.
Meski begitu, The Special One mengaku tak terlalu gembira dengan sukses Inter. Karena Mourinho masih menyayangi sebagian besar elemen tim Chelsea yang tak lain mantan timnya.
"Saya tak bahagia sebab mantan pemain saya kalah. Saya tak bahagia karena Roman (Abramovich, Pemilik Chelsea) kalah. Saya juga tak bahagia karena suporter Chelsea pulang dengan hati sedih. Saya hanya bahagia dengan sukses kami, bukan di atas kesedihan mereka," lanjut Mourinho.
Hal ini dibuktikan dengan tingkah laku pria Portugal itu di lapangan. Mourinho lebih banyak duduk di bangku cadangan pemain. Bahkan, ia memilih untuk meninggalkan lapangan beberapa menit sebelum laga berakhir.
"Mungkin, saya bukan spesial lagi di mata suporter Chelsea yang mungkin takkan bisa memaafkan saya," tutur Mourinho.
Ya, pria 47 tahun ini dahulu memang menjadi pahlawan suporter Chelsea ketika menjadi pelatih era 2004-2007. Terutama setelah The Special One meraih trofi Liga Inggris (Premier League) setelah 50 tahun bersama The Blues.