VIVAnews - Tak ada tim yang bisa menjegal Persib Bandung di kandangnya. Kondisi itu terhampar hingga putaran II Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.
Di musim ini, setiap tamu yang mendarat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, tidak ada yang selamat. Semuanya pulang dengan kepala tertunduk lesu. Jalak Harupat jadi kandang yang angker buat Maung Bandung.
“Siapapun lawan yang tandang ke sini, kemenangan tidak boleh dilepaskan. Angka maksimal mesti bisa diraih. Target itu sudah tidak bisa ditawar. Selain demi prestasi terbaik, tren positif ini harus terus terjaga hingga kompetisi
musim ini usai dipentaskan,” jelas Jaya Hartono, sutradara Maung Bandung.
Suasana kondusif juga terbentang saat Persib menerima kehadiran Persema Malang, Rabu 17 Maret 2010. Tidak sejengkal pun tanah Jalak Harupat menjadi tempat menyenangkan anak-anak Malang. Atmosfer panas yang biasa menerjang tim tamu, bakal disulut sejak kick off pertandingan.
“Hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan Maung Bandung di musim kompetisi tahun ini. Itu satu-satunya opsi yang ada agar kami bisa memotong ketertinggalan angka sekaligus merapat dengan Arema Indonesia dan kontestan lain yang berada di atas Persib pada klasemen Liga Super 2009/2010,” ungkap Jaya.
Kubu Persib sudah mulai berhitung taktis dan matematis. Target berdiri gagah di podium juara, hanya bisa digapai lewat serangkaian kemenangan dan minus kekalahan. Atau setidaknya, torehan prestasinya di sisa laga putaran kedua, harus lebih baik dari pesaingnya di trek juara.
“Para pemain sudah mulai rajin berhitung di setiap laga yang mereka lakoni sekarang ini. Mata mereka pun terbuka lebar saat melihat posisi timnya di klasemen. Dampaknya, tiga poin dalam setiap laga, jadi pertaruhannya. Kondisi ini, mau tidak mau, memacu mereka untuk tampil lebih trengginas dan impresif,” ungkap Yusuf Bachtiar, asisten pelatih Persib.
Buntutnya, di setiap laga, jagoan Bandung ini selalu tampil kesetanan. Tidak memberi ruang sedikit pun untuk lawannya menarik nafas panjang.
“Kami tidak ingin membeda-bedakan lawan yang datang ke Jalak Harupat. Di lapangan, Kami tidak akan pernah mengendurkan serangan. Pasalnya, semua tim yang berhadapan dengan Persib, pasti menampilkan semua kemampuan terbaiknya. Kami pasti menggila untuk melanjutkan langkah manis yang sudah ditoreh,” beber Eka Ramdani, konduktor lapangan tengah Pangeran Biru pada GOSport.
Di saat seperti itu, fakta menunjukkan, eksistensi Maung Bandung sulit dibendung. Itu juga yang menyapa skuat Subangkit. Kemenangan telak 3-0 di putaran pertama, sudah dilupakannya. Berganti dengan kewaspadaan tinggi.
“Saat melawan Persib, kami akan fokus pada semua pergerakan lawan. Terutama duet strikernya yang tangguh dan tajam menjebol gawang lawan. Keberadaan mereka sangat berbahaya jika serangan sayapnya tidak bisa diantisipasi. Makanya, kami realistis. Bisa mencuri poin sudah sangat bagus,” terang Subangkit, arsitek Persema.
REKOR PERTEMUAN PERSIB VS PERSEMA
LI 2007
Persib vs Persema 4-2
Persema vs Persib 2-1
ISL 2009/2010
Persema vs Persib 3-0
PRAKIRAAN PEMAIN
Persib (3-5-2): 18-Markus Horison; 17-Christian Rene, 5-Maman Abdurachman, 30-Nova Arianto; 12-Gilang Angga; 11-Satoshi Otomo, 24-Hariono, 8-Eka Ramdani, 7-Atep; 99-Christian Gonzales, 10-Hilton Moreira
Pelatih: Jaya Hartono
Persema (4-4-2): 12-I Komang Putra; 3-Patrick Seme, 6-Suroso, 19-M Khasan Soleh, 7-Iswandi; 26-M Kamri, 22-Siswanto, 23-Robert Gaspar, 11-Bima Sakti; 9-Jairon Feliciano, 99-Brima Pepito
Pelatih: Subangkit
Laporan: Dani Wihara/GOSport