VIVAnews - Chelsea berada di ujung tanduk. Pasukan asal London ini wajib menang dengan selisih dua gol saat meladeni Inter Milan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa 16 Maret 2010.
Pasalnya, anak asuh Carlo Ancelotti ini sudah kalah 1-2 di leg pertama. Bila di leg kedua yang akan berlangsung di Stamford Bridge pasukannya tertahan imbang 0-0 maka tiket perempat final melayang ke kubu Inter.
Meski tekanan terasa berat, Carletto -sapaan Ancelotti- terlihat santai dalam menghadapi pertandingan itu. Apa pun hasilnya, kata Carletto, ia siap berbagi minuman dengan pelatih Inter, Jose Mourinho.
"Pasti kami akan menikmati segelas anggur. Kalau dia (Mourinho) menang, sehabis pertandingan kami akan melakukan pembicaraan yang nyaman," kata Carletto seperti dilansir Soccerway, Senin 15 Maret 2010.
"Itu akan terjadi apa pun hasil (pertandingan). Tapi sampai sekarang saya belum tahu botol apa yang akan saya bawa," tambahnya sambil bercanda.
Untuk kubu The Blues, partai ini bukan saja mengandung arti lolos ke perempat final. Namun 'pulang kandangnya Mourinho yang tak lain adalah mantan pelatih The Blues. Bersama Mou, The Blues merebut dua gelar Liga Inggris dan Piala FA.
Ketika akhirnya ia pindah ke Inter, beberapa pemain kunci The Blues sempat merajuk ingin ikut. Dua di antaranya adalah Frank Lampard dan Didier Drogba. Ironisnya, kedua pemain itu akan diturunkan melawan Inter, Rabu malam waktu setempat.
"Mereka (Lampard dan Drogba) tidak akan terganggu dengan hal itu (Mourinho). Untuknya (Mourinho) ini akan jadi pertandingan istimewa. Saya rasa para fans akan memberinya penerimaan hangat yang ia layak dapatkan. Tapi soal pertandingan adalah hal lain lagi," kata Carletto mantap.