VIVAnews - West Ham United tak bisa berkata banyak saat digulung Chelsea 1-4 dalam lanjutan Premier League, Sabtu 13 Maret 2010 (Minggu dini hari WB). Manajer West Ham, Gianfranco Zola, bahkan menyebut kalau hasil akhir itu 'tidak imbang'.
Meski demikian, Zola yang merupakan mantan pemain Chelsea menilai kalau timnya memang kalah kelas. Namun, Zola tetap berpendapat kalau skor itu terlalu banyak untuk diraih timnya.
"Mungkin mereka layak untuk menang karena jelas Chelsea adalah tim yang baik dan menghasilkan beberapa peluang terbaik. Tapi saya rasa 4-1 terlalu berlebih untuk timku," kata Zola seperti dilansir Sky Sport selepas pertandingan.
Dalam laga yang berlangsung di Stamford Bridge, The Hammers memang sempat mengimbangi The Blues sepanjang babak pertama. Skor hingga turun minum adalah 1-1 dengan gol The Hammers yang disumbang Scott Parker.
Namun masuk babak kedua, Didier Drogba membuka keunggulan The Blues. Tepatnya di menit 56, Pemain Terbaik Afrika 2009 itu merobek jala tim tamu untuk kedua kalinya. Gol inilah yang dianggap Zola sebagai awal kehancuran untuk West Ham.
"Saya rasa perubahan pemain tidak membuat perubahan. Malahan kami bermain lebih baik di babak kedua, tapi gol kedua itu membunuh semuanya (pemain West Ham)," ujar Zola.
Kekalahan atas The Blues membuat posisi The Hammers makin terdorong ke jurang degradasi. Dalam 29 pertandingan, anak asuh Zola hanya mampu meraih 27 poin. Sebaliknya, The Blues makin perkasa di puncak klasemen dengan 64 poin dan menggeser Manchester United.