VIVAnews - Seusai menyerah 1-3 dari Arema Malang, kondisi Persema Malang memburuk. Khususnya, saat tandang ke markas Sriwijaya FC, sore nanti.
Dalam laga tandang ke-12 ini, Laskar Ken Arok akan kehilangan gelandang bertahan Bima Sakti serta pemain enerjik Siswanto. Keduanya terpaksa absen saat bentrok dengan Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Bumi Sriwjaya, Palembang, Sabtu 13 Maret 2010. Tanpa Bima dan Siswanto diakui arsitek Persema, Subangkit sangat berpengaruh pada kekuatan tim promosi tersebut.
“Terus terang, saya amat kehilangan tanpa Bima dan Siswanto. Sampai sekarang saya belum menemukan penggantinya walau punya beberapa pemain dengan tipikal sama,” ujar Subangkit pada GOSport sebelum meninggalkan Malang menuju Palembang.
Subangkit betul! Siswanto merupakan roh permainan Persema. Dalam setiap pertandingan, Siswanto tak hanya mampu menjadi penyeimbang dalam tim, tapi juga piawai dalam membuat gol.
Kekuatan Persema selama ini ada pada lini tengah. Dengan absennya Siswanto dan Bima, diramalkan akan sulit mengimbangi permainan juara Copa Indonesia 2009 tersebut.
Untuk lini tengah, Persema punya Khasan Soleh, Sutaji, Iswandi Da’i, Robby Gaspar, Gustawa, Pitono dan Wahyudi. Dari ketujuh pemain tersebut, Robby Gaspar lah yang punya kualitas sama.
Khasan lebih cocok bermain sebagai bek sayap kanan. Lalu, Gustawa, Wahyudi dan Pitono kualitasnya tak teruji karena lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sementara itu, Sutaji masih kalah kuat dan cepat.
Di samping ketujuh pemain tersebut, masih ada Park Chung-hyung, Munhar, Suroso dan Seme Patrick. Terbebasnya Park Chung-hyung dari hukuman kartu kuning jadi kabar baik bagi Subangkit.
Kehadiran pemain asal Korsel tersebut juga membuka kesempatan bagi Subangkit untuk mendorong salah satu dari empat pemain bertahan tersebut jadi gelandang bertahan.
“Ya, Seme punya kapasitas untuk itu. Namun, saya belum mau buru-buru menentukan skema permainan maupun komposisi pemain,” katanya.
Ada beberapa skenario disiapkan Subangkit. Pertama, dengan menumpuk pemain di lini tengah, yakni dengan pola 3-6-1 atau 4-5-1. Cara itu, jadi salah satu kiat Persema meraih poin saat tandang.
Berdasarkan catatan dalam pentas Liga Super Indonesia (ISL), rekor bertanding tandang Persema tidaklah buruk. Dari 11 pertandingan, mereka mampu meraih sembilan poin, hasil dari dua kemenangan dari tiga kali seri.
Dengan catatan tersebut, Subangkit masih punya obsesi untuk bisa meraih poin walau disadari lawan punya materi pemain lebih bagus.
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport