VIVAnews - Arsitek Persisam Samarinda, Aji Santoso mengaku kini tak bisa tidur lelap. Pasalnya, hasil yang diraih para pesaingnya di laga terakhir mengancam posisi Persisam.
Kemenangan yang diraih Bontang FC dan PSM Makassar menjadikan posisi juara Divisi Utama musim lalu ini masuk dalam zona degradasi. Saat ini, Hamkah Hamzah dan kawan-kawan terlempar di peringkat ke-16, dengan 23 poin dari 21 pertandingan.
Agar tampil ciamik pada pertandingan berikutnya, selama sepekan, Aji menekankan pembenahan fisik. Masalah fisik jadi salah satu kendala kegagalan Persisam meraih kemenangan.
Danilo Fernando yang pada musim sebelumnya bermain sangat enerjik dengan umpan-umpan matang, musim ini tak lagi terlihat. Pemain asal Brasil yang bersinar bersama PSM Makassar dan Persik Kediri ini tak lagi mampu bermain konsisten sepanjang pertandingan. Bahkan, di akhir pertandingan, Danilo justru terlihat banyak jalan kaki.
Tidak adanya pelatih khusus fisik, dipredikasi menjadi pemicu melorotnya stamina pasukan Elang Borneo. Menurut Aji, pelatih fisik idealnya ada dalam setiap tim. Tetapi bagi Aji, pelatih fisik bukan jalan satu-satunya mendapatkan fisik yang prima.
Pasalnya, pelatih kepala atau asisten juga bisa melakukannya karena sudah mendapat ilmu ketika mengikuti kursus. Namun, diakui kondisi fisik Persisam masih belum bagus.
“Masih perlu pembenahan. Itu sebabnya, istirahat kompetisi selama sepekan saya fokuskan pada peningkatan fisik,” katanya.
Berdasarkan pengamatan GOSport, Persisam selalu tampil bagus di awal pertandingan. Tetapi, mereka tidak bisa menjaga konsistensi karena tidak didukung stamina prima.
Karena, jika bicara kualitas olah bola para pemain Elang Borneo sudah tidak perlu diragukan. Kemampuan olah bola Danilo, Ronald Fagundes, Joel Tsimi, Choi Dong Soo maupun Pipat Thonknaya patut diacungi jempol. Sama halnya dengan Hamka, M Roby, Fandi Mochtar, Zaenal Arif dan Usep Munandar. Mereka pernah berbajukan Tim Merah Putih.
Dengan adanya pembenahan fisik, Aji berharap pasukannya bisa bermain cemerlang saat menjamu Persitara Jakarta Utara (18 Maret 2010) serta Pelita Jaya (20 Marret 2010) di Stadion Segiri, Samarinda.
“Semua laga kandang harus berakhir manis. Karena hanya dengan cara itu, kami bisa terbebas dari zona degradasi,” ujar Aji pada GOSport.
Persisam masih punya tujuh lagi laga kandang dan enam tandang. Jika salah satu partai kandang mereka kalah, maka besar kemungkinan kehadiran Persisam di pentas Liga Super Indonesia (ISL), hanya numpang lewat.
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport