VIVAnews - Bola liar yang bergulir jelang Kongres Sepakbola Nasional (KSN) tidak membuat pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) khawatir. Mereka tetap percaya bahwa para anggotanya merupakan sosok yang dewasa dalam berorganisasi.
KSN bukanlah Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan untuk mengganti kepengurusan PSSI. Namun, jelang sarasehan akbar yang digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini justru banyak muncul figur yang bersedia menjadi ketua umum PSSI.
"Ada yang bilang kita kebakaran jenggot dengan berita-berita yang ada di media. Itu tidak benar. Orang-orang justru yang kebakaran jenggot dengan KSN ini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes.
"Saat ini, bukan bola liar saja yang ada namun sudah bola api. Hati-hati saja terbakar," katanya menanggapi mencuatnya wacana pergantian pengurus jelang KSN yang akan digelar akhir Maret ini.
Menurut Nugraha, pihaknya tidak terpancing dengan kabar yang beredar saat ini. Sebab menurutnya, untuk mengganti kepengurusan PSSI ada mekanisme yang harus dilalui.
"Jadi bukan lewat KSN," katanya.
"Sampai saat ini tidak ada anggota yang menyuarakan pergantian pengurus. Kami yakin semua yang ada di PSSI cukup dewasa dalam berorganisasi. Jadi tidak akan terpancing dengan kabar-kabar yang beredar," kata Besoes.
KSN rencananya akan digelar di Malang, akhir Maret ini. Rapat akbar yang digagas oleh Presiden RI ini akan melibatkan seluruh stakeholder sepakbola di Indonesia.
KSN sendiri merupakan wadah untuk membahas permasalahan sepakbola Indonesia. Namun saat ini, wacana justru bergulir untuk melengserkan kepemimpinan Nurdin Halid yang dianggap sebagai biang keladi kebobrokan sepakbola Indonesia saat ini.
Beberapa nama bahkan sudah menyatakan kesiapannya menjadi pengganti Nurdin. Antara lain, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
"Kami akan bicara kepada media, namun belum sekarang. Tunggu saja," pungkas Besoes.
22/01/2011