VIVAnews - Dendam Real Madrid kepada Olympique Lyon gagal dituntaskan. Lagi-lagi Lyon mampu menjadi mimpi buruk Los Merengues di kompetisi Liga Champions. Madrid juga pernah disingkirkan Lyon pada 2006 dan 2007.
Nama Miralem Pjanic tentu akan selalu diingat Cristiano Ronaldo cs. Gol penyama kedudukan dari Pjanic itulah yang berhasil mengkerdilkan nama-nama besar yang dimiliki Real Madrid.
Pjanic sendiri tak mampu menutupi kebahagiaannya. Gelandang serang belia asal Bosnia Herzegovina ini langsung 'bernyanyi' menyambut kisah heroiknya di Santiago Bernabeu dini hari tadi.
"Kami merasa sangat kuat. Kami kemasukan satu gol yang sepertinya memperlihatkan mereka sangat kuat dengan dukungan fans mereka. Tapi gol kami di babak kedua sangat berpengaruh. Kami sangat senang," ujar Pjanic.
Siapa yang menyangka jika penghancur Madrid ini belum genap berusia 20 tahun. Namun di usia yang terbilang masih muda itu, Pjanic mampu menjadi mimpi buruk bagi pemain sekelas Ronaldo dan Ricardo Kaka. Hebatnya lagi itu dilakukan di Bernabeu yang terbilang angker.
Pjanic mengawali karir sepakbolanya di klub FC Schifflange pada tahun 2000. Klub Prancis Metz mencium bakat Pjanic dan langsung memboyongnya pada 2004. Setelah tiga tahun di akademi muda Metz, ia langsung ditarik di tim senior.
Pjanic tampil di 32 laga bersama Metz sebelum akhirnya diboyong Lyon pada Juni 2008. Padahal saat itu, Lyon mendapat saingan berat dari beberapa klub elit Eropa yang juga mengendus bakat Pjanic. Bersama Les Gones, Pjanic telah tampil di 45 laga dengan koleksi 3 gol di Liga Prancis.
Terhitung Arsenal, Chelsea, Barcelona bahkan Real Madrid juga pernah mengaku tertarik memboyong Pjanic. Namun keputusan Pjanic sepertinya tepat. Bersama Lyon, ia justru mampu menjungkalkan Madrid.