VIVAnews - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan tetap menghadiri acara Kongres Sepakbola Nasional (KSN), akhir Maret 2010. PSSI tidak terpengaruh dengan desakan reformasi kepengurusan yang belakangan ini marak disuarakan.
"Kalau KSN ya. Kami akan tetap menghadirinya. Kita juga punya wakil di kepanitiannya," kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, saat ditemui wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Maret 2010.
KSN akan digelar di Malang, pada 30-31 Maret 2010. Rapat yang digagas oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini sebenarnya ingin membahas akar permasalahan dalam sepakbola nasional.
Namun menjelang KSN, wacana yang berkembang justru bergulir ke arah pergantian kepengurusan, utama Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Salah satunya digagas oleh Gerakan Reformasi PSSI Indonesia.
Tak hanya itu, pengamat sepakbola yang juga wartawan senior Sumohadi Marsis juga menilai Nurdin sudah waktunya lengeser. Pria asal Makassar itu dianggap telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan.
Adapun yang menjadi indikasi kegagalan Nurdin adalah keterpurukan prestasi tim nasional saat ini. Mulai dari timnas U-23 pada SEA Games Laos 2009, timnas senior pada Piala Asia 2011, dan peraturan organisasi yang banyak direkayasa.
Semua kegelisahan para pecinta sepakbola ini rencananya akan dilontarkan pada KSN nanti. Dengan demikian, PSSI akan menjadi sasaran tembak empuk bagi pihak-pihak yang ingin melengserkan Nurdin Halid.
"Di era demokrasi sekarang ini, semua bebas berbicara. Namun kalau ingin mengganti kepengurusan ada mekanismenya dan bukan pada KSN nanti," katanya.
Meski demikian, Nugraha menolak menanggapi secara spesifik komentar-komentar miring soal kinerja PSSI. Termasuk tantangan dari ICW soal keuangan PSSI.
"Mengenai ICW, saya menolak berkomentar," ujarnya. "Saya juga tidak ingin menanggapi komentar-komentar yang muncul saat ini," pungkasnya.