VIVAnews - Arema memang sukses memetik poin penuh saat menjamu Persema, pada putaran pertama Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Namun bukan berarti kerja Singo Edan lebih mudah saat kembali bertemu Laskar Ken Arok, Selasa, 9 Maret 2010.
Derby Malang di ISL 2009/2010 pertama kali terjadi 10 Januari 2010. Dalam duel yang digelar di di Stadion Kanjuruhan, Malang, ini, Singo Edan sempat dikejutkan oleh gol Jairon Feliciano pada menit ke-16.
Namun Singo Edan langsung membalasnya lewat gol indah Noh Alam Shah empat menit kemudian. Alam Shah juga mencetak gol pada menit ke-83. Sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh M Fakhrudin pada menit ke-33.
"Bermain di Gajayana ibarat bermain di kandang sendiri. Sebab, kami juga biasa latihan di sana. Pada pertandingan ini, kami juga tetap akan mendapat dukungan penuh dari Aremania," kata Asisten Pelatih Arema, Liestiadi.
Meski demikian, Liestiadi menilai kerja timnya tetap tidak mudah. Pasalnya, kekuatan Laskar Ken Arok mengalami kemajuan yang cukup drastis pada putaran kedua ini.
"Persema sukses mengalahkan Persebaya (3-1) dan Persik (3-1) pada dua pertandingan terakhirnya. Keduanya adalah klub besar," kata mantan pelatih PSMS Medan itu.
Liestiadi menjelaskan, seperti kebiasaan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, pelatih Robert Alberts Renne telah menganalisa permainan Persema. Hasilnya, pelatih asal Belanda menemukan adanya perubahan skema bermain tuan rumah.
"Biasanya mereka bermain dengan 4-4-2, namun belakangan ini mereka menggunakan 3-4-1-2. Dan skema ini terbukti ampuh. Dalam dua laga, mereka berhasil mencetak 6 gol dan hanya kebobolan 2 gol," kata Liestiadi.
"Kami sudah punya strategi untuk menghadapi ini. Bahkan pada pertandingan nanti, pemain telah diinstruksikan untuk mencetak gol lebih dulu," pungkas Liestiadi.
Menghadapi Persema, Arema tidak akan diperkuat oleh bek tangguh, Pierre Njanka. Pemain asal Kamerun itu harus absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Sebagai gantinya, Renne telah menyiapkan beberapa pemain muda.