VIVAnews - Usai kehadiran striker asal Suriah, Marwan Mustafa Sahedah dan pemain bertahan, Muhamad Husin dari Persikad Depok, Pelita Jaya diyakini makin trengginas. Itu sebabnya, kubu Pelita sangat optimistis mengatasi PSPS Pekanbaru di Stadion Singaperbangsa, Karawang.
Arsitek Pelita, Fandi Ahmad mengemukakan, kehadiran kedua pemain tersebut membuatnya bisa memainkan beberapa skema permainan, yakni 4-4-2, 4-3-3 atau 3-4-1-2. Husen, kata Fandi, bisa bermain sebagai bek sayap maupun gelandang.
Sementara itu, Mustafa murni sebagai striker. "Meski Mustafa belum pernah bermain bersama di kompetisi, tapi dengan pengalaman sebagai pemain timnas di negaranya, saya yakin ia cepat melakukan adaptasi. Keyakinan saya bertambah setelah dalam dua kali ujicoba, kami menang besar," katanya.
Soal kekuatan lawan, kata Fandi, PSPS merupakan tim bagus. Mereka bermain kolektif. Herman Dzumafo, Emile Chiryl Tchana dan Banaken Bossoken merupakan pemain yang menonjol.
Dzumafo punya kekuatan di kedua kaki serta duel bola udara. Kelebihan itu ditunjang dengan kepintaran Dzumafo membuka ruang. Untuk itu, Dzumafo perlu diwaspadai. Sedangkan Chiryl punya kecepatan serta umpan terukur. Sementara itu, Banaken piawai mengatur rekan-rekannya di sektor pertahanan.
Kubu Pelita, sebut Fandi, sengaja menyempatkan diri meluangkan watu untuk menyaksikan laga Persitara dengan PSPS di layar kaca. Setelah pertandingan, tim pelatih melakukan kajian dan diberitahukan kepada pemain.
"Ya, kami sengaja nonton. Kami juga mempelajari kelebihan dan kekurangan PSPS. Insya Allah, kami tampil sebagai pemenang," harap Fandi yang mengaku karirnya akan tetap aman bersama Pelita hingga akhir kompetisi.
Disebutkan, kondisi Redouane Barkoui sudah membaik. Striker asal Maroko ini pada awal putaran kedua dikabarkan mengalami cedera sehingga tidak ikut tur ke Papua.
Pemain yang sempat bersinar ketika mengerek bendera Persib Bandung ini dipastikan bisa tampil. Praktis, kata Fandi, hanya kiper Dian Agus Prasetyo yang besar kemungkinan absen lantaran masih cedera kaki kiri.
"Kaki kirinya masih bengkak. Kayaknya, ia butuh waktu lagi untuk penyembuhan. Meski ia absen, tak begitu masalah karena kami masih punya Kadek yang kualitasnya tidak jauh beda," terang Arjuna Rinaldi, pelatih kiper Pelita.
PSPS Limbung
Kubu PSPS sendiri tengah limbung. Pasalnya, kondisi bomber Dzumafo masih belum fit 100 persen. Dzumafo mengalami cedera ketika bentrok dengan Persitara. Saat itu pemain bernomor 9 ini tidak mampu bermain penuh hingga digantikan Andhika Yudhistira.
"Sampai sekarang, kondisi Dzumafo belum fit. Semoga ada kejutan beberapa jam sebelum pertandingan," kata Abdul Rachman Gurning.
Kubu PSPS juga dipastikan kehilangan bek kanan Daniel Djunaedi akibat terkena kartu merah. Posisi Daniel akan digantikan April Hadi atau Edi Sibung.
Lalu, Andhika disiapkan menggantikan Dzumafo. Namun, bukan tidak ada khabar baik bagi kubu Askar Bertuah. Tim promosi ini akan mendapat tambahan tenaga dari Chiryl serta pemain anyar Josh Maguire di lini vital, tengah. Sektor pertahanan yang terlihat rapuh ketika dibekap Persitara 5-2 juga sudah diperbaiki.
"Meski kami sudah gagal memetik poin dari Persitara, tapi kami punya kesempatan memetik poin dari Pelita. Siapa tahu, kami bisa menang," katanya.
Dalam dua pertandingan terakhir, Gurning mencanangkan dua poin. Poin itu dicanangkan hasil bermain imbang dengan Persitara dan Pelita.
PRAKIRAAN FORMASI
PELITA JAYA (3-4-1-2): 21 I Made Kadek Wardana, 6 Agustiar Batubara, 13 Jufrianto, 19 Yohan Ibo, 2 Supardi, 22 Ardan, 11 Esteban, 14 Yuthajak, 23 Ridwan, 17 Jajang, 29 Barkouoi.
PELATIH: Fandi Ahmad
PSPS (3-5-2:) 23 Dede Sulaiman, 27 Dedi Ismawan, 4 Banaken, 5 Agus Cima, 70 Edi Sibung, 18 Chyril Tchana, 21 Rusdianto, 11 Ade Suhendra, 10 Ade Chandra, 88 Isnaini, 9 Dzumafo
PELATIH: Abdul Rachman Gurning
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport