VIVAnews - PSPS Pekanbaru akhirnya menyerah di tangan Persitara Jakarta Utara dengan skor telak 2-5. Pelatih Persitara, Abdulrahman Gurning menyalahkan pemain bertahannya atas kekalahan ini.
"Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Kami sebenarnya masih bisa mencetak dua gol lagi. Namun karena pertahanan kami keropos, pemain depan jadi ragu-ragu," kata Gurning usai pertandingan.
Bertanding di Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, PSPS sempat memimpin lewat gol Ade Chandra Kirana pada menit ke-6. Persitara kemudian menyamakannya lewat gol Prince Kabier Bello pada menit ke-35.
Di babak kedua, PSPS kembali memimpin lewat gol M Isnaini pada menit ke-49. Namun Persitara kembali menyamakannya menjadi 2-2 lewat gol Tantan dari titik putih pada menit ke-60.
Persitara berbalik memimpin setelah Diego Mendieta sukses mencetak gol perdananya bersama Persitara pada menit ke-61. Ketinggalan 2-3 menurut Gurning mulai melemahkan mental pemainnya.
Apalagi pada menit ke-70, PSPS harus kehilangan satu pemain. Danil Jumaidi diusir ke luar lapangan setelah mendapat kartu kuning keduanya. Sebelumnya, Dzumafo Epandi yang menjadi motor serangan PSPS harus ditarik akibat cedera.
Kalah dalam jumlah pemain membuat PSPS semakin kesulitan dalam mengimbangi penampilan Persitara. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan tuan rumah untuk mencetak 3 gol lagi lewat, Diego Mendieta (61'), Prince Kabier Bello (74'), dan Dedi Mulyadi (82').
"Dua gol pertama yang bersarang ke gawang kami murni karena kesalahan pemain belakang. Setelah itu, mental pemain mulai drop. Kondisi semakin sulit saat kami satu pemain kami dikartu merah," pungkas Gurning.