VIVAnews - Masuk big four. Itu target Persisam Samarinda ketika sukses mendapatkan pemain-pemain kelas satu menghadapi Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.
Tak hanya pemain berkualitas yang mereka dapatkan, juga pelatih jempolan Aji Santoso. Ditambah Iwan Budianto, figur yang dirumorkan punya pengaruh besar di blantika sepakbola nasional. Tetapi, dalam perjalanan terjadi masalah intern, kongsi yang dibangun dari awal pun jadi berantakan.
Adalah Aidil Fitri, orang yang berperan penting membentuk The Dream Team Elang Borneo, usai menjuarai Divisi Utama. Aidil yang ketika itu duduk sebagai manajer tim sangat berambisi untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik ke Samarinda.
Sayangnya, rencana baik Aidil berantakan. Pemicunya, konon jumlah kontrak pemain fiktif. Pembayaran hak-hak pemain pun ikut berantakan karena sepak terjang Aidil ketahuan manajemen tim.
Karena tak tahan dengan kritikan, Aidil pun akhirnya lengser. Iwan sendiri sudah lebih dulu mengambil langkah seribu. Maka tinggalah Aji seorang.
“Pembentukan tim awalnya bagus. Tetapi, ternyata belakangan baru diketahui bahwa nilai kontrak pemain tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Pembayaran hak pemain pun ikut tertunda karena Pak Aidil mundur. Dampaknya sangat terasa di lapangan. Konsentrasi anak-anak ikut terganggu. Puncaknya, hasil maksimal sulit didapat,” terang Aji Santoso menyoal kegagalan Hamka Hamzah cs mencapai target.
Aji mengaku tidak terlibat dalam kontrak pemain. Jadi, mantan bek kiri terbaik timnas ini tak tahu nilai maupun cara pembayaran hak-hak pemain.
Belum Pulih
Belakangan, kata Aji, Harbiansyah, yang juga Ketua Komda PSSI Kaltim turun gunung. Pemilik almarhum Putra Samarinda ini secara perlahan mampu menyelesaikan persoalan keuangan.
Meski demikian, prestasi Elang Borneo tidak langsung mentereng. Mereka masih kalah dalam dua laga terakhir, masing-masing dari Sriwijaya FC 0-3 dan Persib Bandung 0-2. Akibatnya, posisi Persisam rawan terdegradasi karena berada di posisi ke-13 dengan 23 poin.
Perekrutan pemain yang tidak proporsional ikut memengaruhi performa tim karena Persisam tak punya goal getter. Pipat Thonkanya baru bergabung pada laga ke-7, sedangkan Choi Dong San masuk di putaran kedua.
“Saya masih optimistis Persisam bertahan. Kami masih punya tujuh sisa laga kandang. Saya yakin semuanya milik kami. Dengan demikian, kami akan dapat nilai tambahan 24 di kandang serta bisa mencuri tiga poin di luar kandang. Dengan jumlah poin 50, kami tak terdegradasi,” aku Aji yang tengah berlibur di Malang bersama keluarga.
Masih kata Aji, Persisam usai melawan Persib (20 Februari 2010), diliburkan dan baru latihan kembali pada 1 Maret. Karena baru pada 17 Maret, Persisam kembali bertanding melawan Persitara.
Optimisme Aji meraih nilai sempurna di kandang masuk akal karena lawan-lawannya tim-tim kelas dua: Pelita Jaya, Persela Lamongan, Persijap Jepara, Persik Kediri dan Persebaya Surabaya yang dijamu di laga terakhir.
Lalu, musuh mereka saat tandang juga tak begitu mentereng: PSM Makassar, Persema Malang, Arema Indonesia dan Persiba Balikpapan.
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport
26/02/2010
25/02/2010
25/02/2010